
JAKARTA(Malintangpos Online): ” Kasihan Sekali Nasib Petani Tersebut,” Ucapan itulah yang terucap dari M.Risky Saputra Hasibuan.SP Salah seorang Putra Kecamatan Barumun Baru di Kota Jakarta, mengaku kecewa dengan Bupati dan 30 Anggota DPRD Padang Lawas, yang tidak peduli dengan nasib petani di daerah itu.
Kenapa begitu..? Saya yakin betul banyak Putra – Putri Padang Lawas, yang dekat dengan Gubernur dan Kapolda Sumut, untuk segera membantu warga yang sawahnya kekurangan air di Saba Lobu Lubuk Marsonja yang jumlah sekitar 400 Hektare.

Demikian hal tersebut disampaikan oleh Putra Kec.Barumun Baru di Jakarta M.Risky Saputra Hasibuan.SP, Jumat malam(15/3) usai membaca Media Malintangpos Online,sekitar banyaknya Aktivitas Galian C di Aek Barumun Padang Lawas.
Bayangkan, berapa KK Penduduk Desa Hasahatan Jae, Hasahatan Julu,Sigorbus Jae, Sigorbus Julu, Mompang, Sitarolo Julu, Hasahatan Jae, Hasahatan Julu Kec.Barumun Baru
Dan Warga Desa Simanuldang Jae Kec.Ulu Barumun, yang sawahnya ada di Saba Lobu Lubuk Marsonja Yang informasinya sudah 3 Musim Panen mengalami kegagalan akibat kekurangan air.

” Apakah soal Aktivitas Galian C Illegal di Aek Barumun tidak diketahui Kades, Camat, Kadis Pertanian, 30 wakil rakyat dan Bupati Padang Lawas, sehingga terus dibiarkan warga mengeluh,” ujar M.Risky Saputra Hasibuan.SP, sambil geleng Kepala.
Apa saran kepada Warga..? Tanya Wartawan ” Serba susah, warga disuruh demo, mungkin warga Petani ngak mau, sebab tingkat ekonomi warga yang semakin sulit,” ujar M.Risky.

Maksudnya, kalau warga petani demo, terganggu untuk mencari nafkah, ngak demo begitulah warga seterusnya, makanya Serba Susah.
Yang ianya, ujar M.Risky Saputra Hasibuan.SP, suka atau tidak suka, seharusnya Putra Padang Lawas yang ada di Perantauan, mendesak Gubsu dan Kapolda Sumut, untuk Menyetop Aktivitas Galian C Illegal di Aek Barumun.

Dan kepada Gubsu, agar segera memerintahkan Pj.Bupati Padang Lawas untuk mencari Solusi, agar areal Pertanian warga yang dikelola oleh warga 2 Kecamatan, bisa mendapatkan air sesuai dengan kebutuhannya.
Selain itu, warga 2 Kecamatan nantinya di Pilkada Bupati Padang Lawas 27 November 2024 mendatang, agar tidak memilih Calon Bupati yg tidak bisa menyelesaikan keluhan masyarakat petani. Katanya( RN/Dir)
Admin : Iskandar Hasibuan.








