Sekitar LPJ DD TA 2023, GNPK RI Laporkan 16 Desa Ke – Kejari Mandailing Natal

 

 

PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Kejaksaan Negeri Mandailing Natal, sedang melakukan telaah hukum atas laporan Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (GNPK-RI) Sumatera Utara, atas 16 Desa di Kabupaten Madina yang tidak menyerahkan Laporan Pertanggungjawaban Dana Desa (LPJ DD) TA 2023.

Hal ini ditegaskan Plt.Kajari Madina, Gatot Haryono, SH, MH, melalui Kasi Pidsus, Herianto, SH, MH ketika dikonfirmasi Wartawan, Kamis (02/10) sore Via seluler.

“Sudah kita terima laporannya dan tim akan melakukan telaah hukum atas laporan tersebut,”jawabnya singkat.

Sebelumnya, Sekretaris GNPK-RI Sumut, Yulinar Lubis, Rabu (01/10) telah melaporkan sebanyak 16 Desa di Kabupaten Madina yang tidak menyerahkan LPJ DD tahun 2023 ke Inspektorat dari beberapa kecamatan.

Kita masukkan laporan resmi ke Kejaksaan. Laporan ini sudah kita konfrontir dengan data dari Inspektorat Madina.

” Sehingga secara administrasi laporan yang kita serahkan ke Kejaksaan sudah lengkap dengan data,” ungkapnya.

Ia pun menguraikan, awalnya pihak GNPK RI sudah menyurati dan mengkonfirmasi kepada Kepala Desa.

Namun, hingga dibuat laporan resmi ini, surat konfirmasi yang GNPK RI kirimkan hanya dianggap lalu oleh Kepala Desa yang terindikasi tidak menyerahkan SPJ DD 2023 lalu.

Kita sudah coba untuk konfirmasi. Hanya beberapa desa yang tanggapi surat konfirmasi kita.

” Rata-rata balasan dari Kepala Desa seolah tak mau mempertanggungjawabkan karena masa itu dipimpin oleh Pejabat Kepala Desa,”ungkapnya.

Jadi lanjutnya, kita duga ini ada pemufakatan dan kerjasama untuk mengkorupsi Dana Desa tersebut.

Yuli juga mengatakan, salah seorang Camat yang juga menjabat Pejabat Kepala Desa saat itu pun diduga berbohong karena membalas surat konfirmasi dari GNPK RI Sumut menegaskan SPJnya sudah diserahkan dan dianggap selesai oleh Inspektorat.

Contohnya, Camat Ranto Baek, yang pada saat itu menjabat Pj Kepala Desa Manisak, memang telah menjawab bahwa SPJ dari desanya sudah selesai dan diserahkan oleh Inspektorat Madina.

Namun, berdasarkan jawaban dari Inspektorat, Desa Manisak hingga saat ini tidak menyerahkan SPJ tahun 2023,” terangnya.

Dan Yulinar menambahkan, apa yang dilakukan baik oleh Kepala Desa maupun Pejabat Kepala Desa di tahun 2023 yang lalu diduga kuat merupakan indikasi korupsi. Sehingga mereka harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.

Kita dari GNPK RI menduga ada indikasi korupsi sehingga SPJ DD 2023 sebagian Pejabat Kepala Desa tidak menyerahkannya ke Inspektorat.

” Dan yang paling mengherankan mengapa DD 2024 bisa di cairkan, sementara SPJ DD 2023 itu tidak diserahkan kepala Desa,” Ujar Yuli penuh tanya.

Sebab sambungnya, tidak menyerahkan SPJ Dana Desa merupakan pelanggaran terhadap Pasal 71 ayat (1) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa(UU Desa) yang mewajibkan Kepala Desa untuk menyampaikan laporan penyelenggaraan pemerintahan desa kepada Bupati/Walikota.

Pelanggaran ini dapat dikenakan sanksi sesuai peraturan perundang-undangan, termasuk dalam hal ini ketentuan yang termuat dalam peraturan perundang-undangan terkait pengelolaan dana desa seperti sanksi administrasi dan sanksi hukum pidana. (Dita/Isk)8

Admin: Iskandar Hasibuan.

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Acara Perpisahan Kelas XII di MAN 5 Batang Natal Penuh Haru

    Batang Natal ( Malintangpos Online) :  Acara perpisahan atau pelepasan siswa – siswi Kelas XII di MAN 5 Batang Natal Kabupaten Mandailing Natal melaksanakan kegiatan pelepasan 87 siswa-siswi kelas Xll…

    Read more

    Continue reading
    Pemkab Madina Bersama UMA Teken MoU dan MoA Budidaya Pisang Kepok

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) bersama Universitas Medan Area menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Action (MoA) budidaya pisang kepok di Aula Kantor Bupati, Komplek…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses