Sekitar Nenek Aniaya Cucu(1), “Tega Benar Nenek Itu Aniaya Cucunya Sampai Tewas”

Kapolres Madina disamping peti mayat balita yang dianiaya neneknya di RSUD Panyabungan,menjelang bertolak ke Medan.

MASYARAKAT  Kota Panyabungan serta masyarakat pencinta Media Sosial(Medsos) begitu mendengar berita/informasi tentang seorang nenek yang bernama Sri(53) Penduduk Desa Ampung Padang Kecamatan Batang Natal,Kab.Madina yang tega menganiya hingga tewas cucunya prempuan usia(4) tahun selalu mengatakan” tega Benar Neneknya”

            ”Astagfirulloh.Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un, Ya allah ya tuhanku…, parah memang. pake apalah anak ini di aniaya..?, balita tanpa dosa di aniya seorang nenek,bukannya memperbaiki amal ,malah menganiaya .luar biasa nenek itu bah, hukuman mati pantas itu buat neneknya,” kalimat-kalimat itulah yang dilontarkan oleh masyarakat begitu mendapat informasi terkait dengan berita Nenek aniaya cucunya hingga tewas.

            Kapolres Madina AKBP.Rudi Rifani.S.IK begitu mendapat informasi dari Kapolsek Batang Natal, langsung memerintahkan anggotanya untuk menagkap pelaku yang diketahui neneknya Sri(53) dan melakukan penenahan guna untuk pengusutan lebih lanjut dan mayat korban yang diketahui bernama Melody(4) dibawa ke RSU Panyabungan dan oleh Kapolres langsung membawanya ke Medan guna untuk melakukan visum.

            “ Pihak kita langsung sore ini juga membawa mayat korban ke Medan untuk visum guna untuk mengetahui penyebab kematian korban sebenarnya,sebab dari kondisi tubuh korban penganiayaan tersebut sudah keterlaluan,” kata Kapolres Madina AKBP.Rudi Rifani.S.Ik

Melody(4) yang dianiaya neneknya dibaringkan di Puskesmas Muarasoma.

Kepala Puskesmas Muarasoma Kec.Batang Natal Hamzal dalam keterangannya kepada Wartawan diruang mayat RSUD Panyabungan, Senin(1-5) bahwa korban dibawa oleh neneknya naik sepeda motor ke Puskesmas dan oleh dokter dan perawat diberikan pengobatan dan melakukan infuse, tetapi ngak bisa di infuse, selain anak balita juga ngak lama setelah dibawa korban menghembuskan nafas terahir(meninggal).

            Sambil menunjukkan fotonya, Ka.Puskesmas dan dokter nya memperkirakan dari seluruh luka-luka memar yang ada ditubuh korban, penganiayaan tersebut bukan baru, melainkan sudah lama, sebab tubuh bocah malang itu kelihatan dengan jelas luka memarnya, sehingga dimungkinkan itulah penyebab kematian balita tak berdosa itu.

            “ Sudah lama sekalipun penganiayan itu, lihat tubuhnya, kami telah berupaya maksimal menolong balita malang itu, tapi Tuhan berkehendak lain,” ujar Ka.Puskesmas Muarasoma Hamzal kepada sejumlah Wartawan.(Bersambung).

Admin : Dina Sukandar Hasibuan,A.Md

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.