Setelah Pembekalan, 256 Kades di Kab.Madina Jangan Maulagi di Intervensi (2)

BELAJAR Dari Pelaksanaan 9 Tahun Anggaran Dana Desa(DD) untuk 377 Desa di Kabupaten Mandailing Natal, sudah waktunya Kepala Desa (Kades), BPD dan TP.PKK Desa ” Kembali ” Merenungkan kembali Secara Benar dan Jujur, apakah sudah BENAR Dana Desa dilaksanakan sesuai dengan tujuan awalnya.

Kalau sudah Direnungkan, saatnya Kepala Desa, Sekretaris Desa/Aparat Desa, BPD dan Elemen lainnya di Desa membuat program yang sesuai dengan kebutuhan Desa dan MENOLAK semua bentuk Intervensi pihak yang mengatas namakan siapa sajapun dan kelola lah dengan BENAR Dana Desa, agar tidak Melenceng dari tujuannya.

Apa Mungkin..? Siapa bilang ngak mungkin, soal INTERVENSI, Kades coba renungkan dengan baik, apakah Kepala Desa sendiri, tidak kan, ada semua aparat Desa ada DPRD Desa( BPD), Ada Naposo/Nauli Bulung, ada Ulama dan Tokoh Masyarakat, kenapa mau di Intervensi.

” Kades Dipilih Warga Desa ” Kades bukan dipilih Bupati/Wakil Bupati, Bukan dipilih anggota DPRD, bukan dipilih Kejaksaan, Bukan Dipilih Camat, Bukan dipilih Polisi dan bukan dipilih TNI, tapi dipilih rakyat, lalu kenapa Takut.

Penulis sudah membuat contoh soal Bibit Buah yang hanya Menghabiskan Dana Desa setiap tahunnya, Buku Perpustakaan Sudah Bagaimana, Bangunan Fisik banyak yg mubazir, Kegiatan Bimtek ngak bermanfaat, semuanya anggaran sia – sia.

Siapa Yang Awasi

Sekalipun sudah ada Kades dan Camat yang masuk PENJARA, agar Dana Desa benar – benar menyentuh kepentingan rakyat di Desa dan Kepala Desa bisa TIDUR NYENYAK, saatnya seluruh Kades untuk mengajak warganya Musyawarah Membuat Program untuk kepentingan Desa.

256 Kades Madina waktu Pembekalan

Kenapa..? Karena yang mengawasi Pelaksanaan Pengelola Dana Desa juga ” Jangan – Jangan ” sudah ikut Intervensi kepada Kades, mudah – mudahan tidak seperti itu ( Bersambung Terus)

admin : iskandar hasibuan

.

 

 

 

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Ketua DPC.PDI Perjuangan Madina : Jalan Jembatan Merah – Simpang Gambir Sudah Layak Menjadi Jalan Nasional

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Anggota DPRD Mandailing Natal (Madina) yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Madina, Teguh W. Hasahatan Nasution,SH,mengusulkan agar ruas jalan Jembatan Merah– Muarasoma -Simpang Gambir ditingkatkan statusnya menjadi jalan…

    Read more

    Continue reading
    Mahasiswa UIN Suska Kritik Kewajiban Tes NAPZA Dinilai Memberatkan

    PEKANBARU(Malintangpos Online):  Kebijakan UIN Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau yang mewajibkan mahasiswa baru mengikuti Tes NAPZA( Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif ) dengan biaya mandiri menuai kritik. Kebijakan ini…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses