Setelah Viral, Anak Yatim ” Monalisa ” Sekolah di SDN 106 Aek Galoga

WALAUPUN Ada Pasal 34 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,menetapkan bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjamin terselenggaranya program wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya.

Tetapi, seorang anak yatim ” Monalisa ” walau usianya sudah lebih 7 Tahun, nyaris tidak SEKOLAH DASAR (SD) disebabkan Ibunya yang tidak mampu untuk membiayainya disebabkan ” Kemiskinan ” setelah suaminya meninggal dunia.

Mungkin ” Jeritan Anak Yatim ” di dengar Wartawan Syahren Hasibuan, setelah Silaturrahim, Syahren Hasibuan ( DPR Jalanan) mempublikasikan di Medianya dan juga sejumlah Media Online lainnya dan akhirnya Viral.

Baik dari Dinas Pendidikan, DPRD Sumut, LSM, Pers dan elemen lainnya simpati dan akhirnya, Senin 01 Agustus 2022 ” Monalisa ” dengan ditemani Ibunya dan Wartawan akhirnya sekolah di SDN 106 Aek Galoga Panyabungan.

Disampaikan Wartawan Syahren Hasibuan 01 Agustus 2022, terlihat .Senyum semrigah terpancar dari wajah Monalisa (7) anak nyatim yang sudah lama ingin bersekolah tapi ibunya tak punya biaya untuk memenuhinya.

Dengan demikian diberitakan dan sempat viral di media sosial. Ahirnya bocah perempuan itu kini sudah dapat masuk sekolah untuk pertama kalinya dan sudah bisa mendapatkan pelayanan pendidikan dasar.

Monalisa bersekolah di SD Negeri 106 Aek Galoga, Desa Pidoli Lombang, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Senin, 1/8/2022.

Disampaikan Syahren Hasibuan, bahwa ibu Anak Yatim,  Dasniah  bersama bocah perempuannya tampak berjalan kaki menuju Sekolah Dasar Negeri 106 Aek Galoga.

Kepala sekolah SD Negeri 106 Ahmad Sibuhi Matondang S. Pd. Menuturkan, bahwa Monalisa bocah keluarga yang dari keluarga yang kurang mampu tersebut diterima menjadi siswa baru.

“Monalisa terdaftar menjadi siswa didik baru yang kita terima hari ini, ia sudah bisa mengikuti mata pelajaran sebagaimana siswa sekolah dasar seusianya, “ujarnya.

Sementara Monalisa, begitu senang setibanya dihalaman sekolah, ia pun tampak disambut teman seusianya dan langsung berbaur dengan siswa.

“Alhamdulillah seneng banget. Setelah sekian lama, akhirnya saya bisa masuk ke sekolah. Bisa ketemu teman-teman, dan bisa ngerasain duduk di bangku kelas. Alhamdulillah senang sekali pak,” kata Monalisa.

Dalam kesempatan itu Dasniah, ibunda Monalisa mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu Monalisa hingga bisa masuk sekolah.

“Terimakasih kepada semua pihak yang telah turut membantu dan mendampingi hingga sampai hari ini Monalisa sudah dapat masuk sekolah, “ungkap Dasniah dengan mata berkaca kaca.

Seperti diberikan sebelumnya, Monalisa bocah perempuan anak nyatim yang ingin bersekolah itu, tinggal di rumah kontrakan di Lorong Aek Galoga, Desa Pidoli Lombang, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina)

Dasniah menceritakan, bahwa anaknya tidak bisa sekolah lantaran ia tak punya biaya untuk memenuhi kebutuhan pendaftaran sekolah dan juga data adminduk gadis kecilnya itu belum lengkap.

“Monalisa memang sudah lama ingin sekolah, tapi ngimana aku tak punya uang untuk membeli keperluan sekolahnya, ditambah lagi data administrasi kependudukannya belum bisa saya lengkapi, sementara bocah anak nyatim ku ini sudah menginjak usia 7 tahun tiga bulan, aku tak bisa berbuat apa apa “Ujar Dasniah sembari menitihkan air mata.

Sementara dirinya hanya bekerja kuli masak dan buruh cuci di warung rumah makan dengan penghasilan cukup untuk makan ketiga anak dan ibu kandungnya.

“Gaji yang di dapat cukup untuk makan kami berlima saja, dengan penghasilan yang pas pasan, akibatnya kedua kakak Monalisa juga putus sekolah karena ketidak mampuan saya untuk memenuhi kebutuhan sekolah mereka “tutupnya.(Syahren/Red)

 

Admin : Dita Risky Saputri.SKM.

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.