Kripis Pemuda | Gugus Literasi Mandailing Epicentrum

Semarak Musda KNPI Mandailing Natal (Madina) semakin terasa. Satu lagi nama muncul dalam bursa calon Ketua KNPI Madina: Mulya Harisandi, kader yang membawa pengalaman kepengurusan KNPI dan aktivitas organisasi kepemudaan sebagai bekal menuju kontestasi.
Dalam pemberitaan Malintang Pos, Mulya disebut pernah menjabat Wakil Bendahara KNPI Madina pada masa kepemimpinan Tan Gozali, kemudian Wakil Sekretaris pada periode 2021–2024 di bawah kepemimpinan Khairil Amri. Ia juga aktif sebagai Sekretaris Jenderal SATMA AMPI Madina.
Menyambung Estafet
Dalam percakapan dengan Mandailing Epicentrum, Mulya mengungkapkan bahwa salah satu dorongan untuk maju ialah keinginannya melihat kader KNPI tampil dan mengambil bagian dalam estafet kepemimpinan organisasi.
Baginya, kemunculan kader dari lingkungan KNPI dalam Musda kali ini menjadi hal yang patut diperjuangkan. Organisasi tidak cukup hanya memiliki struktur kepengurusan. Ia juga perlu menunjukkan bahwa proses kaderisasi berjalan dan mampu melahirkan orang-orang yang siap melanjutkan kepemimpinan.
Gagasan ini membawa pertanyaan lebih luas: bagaimana pengalaman berorganisasi dapat diteruskan menjadi kemampuan mengelola organisasi, merawat kebersamaan, dan membangun gerakan pemuda yang produktif?
Terbuka Untuk Dialog
Mengenai gagasan KNPI Satu Nafas, Mulya menyatakan kesediaannya duduk satu meja bersama kandidat lain untuk membicarakan komitmen penyatuan KNPI Madina.
Sikap terbuka terhadap dialog ini menjadi bagian penting dalam dinamika Musda yang berlangsung di tengah persoalan keterbelahan kepengurusan.
Namun, penyatuan tentu membutuhkan lebih dari sekadar pertemuan. Diperlukan kesepakatan mengenai mekanisme organisasi, komitmen bersama, dan langkah konkret setelah Musda.
Mulya sendiri mengakui bahwa visi-misi pencalonannya belum dirumuskan. Karena itu, publik masih menunggu penjelasan lebih jauh mengenai arah kepemimpinan, agenda prioritas, dan bentuk kontribusi yang ingin ditawarkannya bagi pemuda Madina.
Ujian Kaderisasi
Kemunculan Mulya menambah ruang bagi publik untuk mengenal latar belakang dan gagasan para kandidat. Kontestasi ini semestinya tidak berhenti pada pertanyaan siapa yang maju dan siapa yang mendapat dukungan, tetapi juga membuka pembicaraan mengenai masa depan KNPI.
Pengalaman organisasi merupakan modal awal. Tantangan berikutnya ialah menerjemahkannya menjadi gagasan, program, dan kemampuan merangkul pemuda lintas organisasi.
Dalam perspektif Mandailing Epicentrum, kepemimpinan merupakan amanah yang harus diarahkan pada kemaslahatan bersama. Kaderisasi bukan sekadar proses menyiapkan penerus jabatan, melainkan ikhtiar membentuk generasi yang mampu bekerja, bertanggung jawab, dan menjaga persatuan di tengah perbedaan.
Musda KNPI Madina kini semakin ramai dengan munculnya nama-nama baru. Yang patut ditunggu bukan hanya siapa yang akan berkontestasi, melainkan gagasan apa yang dibawa dan bagaimana para kandidat menjawab kebutuhan pemuda Madina.
Sebab, estafet kepemimpinan akan lebih bermakna ketika yang diteruskan bukan hanya jabatan, tetapi juga tanggung jawab membangun organisasi yang hidup, mandiri, dan bermanfaat.
(gl-mep)
Aldino Ahmad Hasibuan
Mandailing Epicentrum
peci management
Admin : Iskandar Hasibuan








