Siapa Suruh Menjadi Wartawan(3)

Iskandar HasibuanSEBENARNYA Apa itu fungsi dan tugas pokok Jurnalis yang tertuang dalam Undang – undang pokok Pers Nomor 40 Tentang  Pers tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik, serta himbauan Dewan Pers Nasional.
Bahwa fungsi jurnalis/wartawan dituntut memberikan berita se-objektif mungkin, yaitu dengan melihat langsung faktanya dilapangan, dan setiap berita yang diturunkan wajib minta konfirmasi kepada subjek yang diberitakan.
wartawan tidak boleh sekali- kali mengeluarkan pendapat pribadinya terkait pemberitaan tersebut, namun fakta dilapanganlah yang nanti akan membentuk opininya sendiri.
Tetapi, lain lagi dengan berita opini, disini jurnalis mesti menulis fakta yang ada dilapangan, sesuai pula dengan pemahaman dan basic  sipenulis opini tersebut, dan tentunya tidak melawan hukum, seperti fitnah ,sara , dan unsur pornography.
Serta, jika postingan yang ditulis dimedia online jurnalis dituntut memahami UU ITE TH 2008.
Sehingga jurnalis akan tetap didalam koridor tugas pokoknya sebagai penyambung lidah rakyat,mensosialisasikan program- program pemerintah dan menyampaikan informasi itu kepublik.
Program pemerintah yang positip dan negatif wajib pula di sampaikan jurnalis melalui media.
Kenapa..? baik buruknya masyarakat yang akan menilai. dan fakta dilapangan harus didapat pula dengan cara terjun langsung menginvestigasi hal terkait materi pemberitaan tersebut.
Untuk kita ketahui,  bahwa setiap manusia tidak suka disakiti, baik saya maupun anda, namun jika anda adalah seorang pemimpin sediakanlah payung sebelum hujan,anda harus tahan kritikan,apalagi kritikan yang bersifat membangun, baik oleh masyarakat maupun pemberitaan media
yang tentunya memenuhi unsur pokok kode etik jurnalistik.
Apalagi, tujuan kritikan tersebut tentu demi kinerja anda juga, ibarat orang menonton bola,sekecil apapun kesalahan pemain, dan wasit ,secepat itu pula penonton tau, padahal kalau penonton tersebut disuruh bermain belum tentu juga dia tau cara menggiring bola dengan baik.
Selain itu, masyarakat juga bisa mengontrol media,contoh bila pemberitaan suatu media lebih banyak memuji- muji kinerja pemerintah, dan sama sekali yang baik- baik saja , masyarakat akan anti pada jurnalis dan media tersebut.
Kenapa..? karena fakta dilapangan tidak sesuai dengan pemberitaan mereka.
Memang pejabat senang dengan jurnalis tipe begini,kemana – mana mereka dibawa dalam setiap kunjungan kerjanya.
Terus, bagaimana dengan jurnalis /Wartawan yang independent dan militan kepada kepentingan masyarakat??
Agar kita tahu sudah banyak contohnya, ada yang dimatikan dan ada pula yang “diredam” dengan peredamnya.
Karena itulah, bila iman jurnalis tersebut goyah, lepas dari prinsip hidup yang ia tanamkan, dalam sekejap dia bisa “dibeli”. dan berjuluklah dia jurnalis “BODREX”. kerjanya nya hanya mencari kesalahan pejabat, dan menggertak akan dikorankan. sipejabat yang sudah hapal tabiat jurnalis tipe begini akan paham meredamnya.
Bagaimana caranya.. ? tentu dengan peredamnya pula. berita yang seharusnya diketahui publik dikantongi oleh oknum tersebut.
siapa yang dirugikan dan siapa pula yang diuntungkan? yang jelasnya tetap masyarakat yang dirugikan dari sikap dan tingkah pola si Wartawan ( Bersambung Terus)
Admin : iskandar

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.