
BUKIT MALINTANG(Malintangpos Online): ” Malang Benar Nasib Siswi tersebut,” ucapan itulah yg pas disampaikan kepada Seorang remaja putri yg masih kelas 1 di salah satu SLTA, warga Kecamatan Bukit Malintang Kabupaten Mandailing Natal, sebut saja Bunga, Kamis malam (30/10) yang lalu dicabuli tiga(3) orang warga Desa Mondan Kecamatan Hutabargot secara bergantian disalah satu Pondok di Daerah itu.
Informasi yang diterima Wartawan, Selasa (04/11) melalui WhatsApp, Peristiwa memilukan itu terjadi di Kabupaten Mandailing Natal, remaja yang masih duduk di kelas 1 salah satu SLTA menjadi korban nafsu bejat tiga laki – laki biadab ,berinisial AA,AS dan M, warga Desa Mondan Kecamatan Hutabargot Kabupaten Mandailing Natal.
Kepala Desa di Kec.Bukit Malintang Zulfahri, membenarkan peristiwa tersebut dan beliau menceritakan bahwa kejadian pada hari Kamis malam, Minggu yang lalu (30/10)
Kata Zulfahri,peristiwa memilukan yang dialami warganya tersebut bermula pada malam itu, korban menerima Pesan WhatsApp, dari salah satu pelaku.
” Menurut keterangan orang tuanya, korban sebenarnya mau pergi mengaji , namun tidak jadi , karena menerima pesan WhatsApp, dari salah satu pelaku yang akan datang menjemputnya”, ujar Zulfahri menceritakan informasi dari orangtua Korban ( Bunga Red).
Masih kata Zulfahri, korban ( Bunga Red) dan salah satu pelaku akhirnya berangkat menggunakan sepeda motor.
” Hingga akhirnya mereka tiba di Desa Mondan dan korban dibawa menuju sebuah pondok di perladangan warga di pinggiran kampung Desa,” ujar Kades.
Ternyata , dilokasi tersebut telah menunggu dua pelaku lainnya, AA dan M, hingga akhirnya korban dicabuli secara bergantian/Bergilir oleh para pelaku, kata Kades lagi.
” Usai menyalurkan hasrat dan niatnya, akhirnya salah seorang pelaku mengantar korban ke rumahnya di Desa Kec.Bukit Malintang dan tiba sekitar pukul 23.00 wib,” Kata Kades.
Namun, ayah korban yang sejak kepergian anaknya sudah was – was akhirnya menadapati anaknya sudah acak- acakan dan tidak lagi mengenakan jilbab, sontak saja mengundang kecurigaan telah terjadi sesuatu menimpa anaknya”, ucap Zulfahri.
Zulfahri mengungkapkan,ayah korban bersama warga keesokan harinya mengatur strategi, lalu memancing para pelaku supaya muncul.
Singkat cerita,salah satu pelaku diduga AS kembali menjemput korban dan membawanya berkeliling ke Desa Mondan untuk menemui 2 pelaku lainnya, AA dan M. Namun ternyata sekitar 7 sepeda motor berboncengan membuntuti mereka, kata Kades.
Masih Kata Kades, Pelaku akhirnya mengembalikan korban ke rumahnya karena tidak menemukan 2 teman pelaku lainnya.
Namun, massa yang sudah kehilangan kesabaran sempat menghakimi pelaku hingga babak belur dan akhirnya dibawa ke Mapolres Madina.
Namun ditengah situasi panas tersebut, salah satu keluarga pelaku berteriak bahwa ada pelaku lain diduga AA juga berasal di tempat tersebut.
AA juga sempat menerima amukan massa dan akhirnya menyusul temannya ke Polres Madina untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.
Sedangkan pelaku lainnya M, hingga saat ini belum ditangkap dan menurut informasi masih berkeliran di Desa Mondan.
Sedangkan, KBO Reskrim, Kasat Reskrim dan Kapolres Madina AKBP.Arie Sofandi Paloh,SH.S.IK,yang dikonfirmasi,Via WhatsApp nya, belum memberikan jawaban hingga berita ini di kirim Ke Redaksi( Rel/Red)
Admin : Dita Risky Saputri.SKM.








