
Siapapun yang melakoni dibuatnya Reuni Akbar bagi Alumni SMP Negeri 1 Siabu di Kecamatan Siabu” Tidak Dipersoalkan” tetapi ditangan Nina Elita, S.Pd.I, kegiatan Reuni berjalan dengan sukses.
Memang Banyak sisi positif dari reuni. Mengumpulkan semua alumni setidaknya orang bisa melihat bagaimana output sebuah sekolah setelah puluhan tahun menjadi rumah pendidikan.

Itu yang tampak dari acara Reuni Akbar SMP Negeri 1 Siabu. Dihadiri ratusan orang dari berbagai angkatan.
Setidaknya sudah 64 angkatan. Dengan begitu sudah 64 tahun juga sekolah menengah tertua di Kecamatan Siabu itu menjadi institusi pendidikan.
Keberhasilan pendidikan SMP Negeri 1 Siabu tampak dari berbagai latar belakang alumni yang hadir.

Mereka terdiri dari berbagai latar belakang profesi. Ada militer, ada akademisi, ada pengusaha, dan profesi lainnya.
Ada Jenderal Saud Usman Nasution, ada Prof. Derliani, dan lain-lain. Ada juga pejabat di kementerian, pengusaha penting, atau sebatas warga negara lainnya.
Belum lagi banyak alumni hebat lain yang sudah meninggalkan kita lebih dahulu.

Acara yang dihadiri Bupati Mandailing Natal, H. Muhammad Jafar Sukhairi Nasution itu memang gegap gempita.
Setidaknya dapat menunjukkan kepada siswa bahwa sekolah mereka bukan sekolah biasa.
Pembelajaran bersama guru-guru hebat di zamannya, telah banyak menorehkan prestasi.
Itu juga yang semestinya menjadi semangat bagi guru-guru kita, bahwa output sebuah institusi pendidikan tidak segera tampak hasilnya.

“Kita berharap, sekolah-sekolah lain juga mengumpulkan alumninya. Dengan begitu, semua berperan besar dalam menumbuhkan potensi pendidikan di Mandailing Natal,” kata Askolani Nasution, Korwil IV Siabu, saat ini
“Mandailing Natal pernah menjadi pusat pendidikan penting di Sumatera sejak mada kolonualisme,” ujar Askolani kepada Penulis ketika dihubungi

Itu dibuktikan dengan peran Kweekschool Tano Bato, sekolah guru ketiga yang berdiri di Nusantara, tahun 1862. Itu jauh sebelum periode Ki Hajar Dewatara.( Bersambung Terus).
admin : Iskandar Hasibuan…….








