..Soal Geri Dibogem, Polres Madina Tetap Usu Pelaku

PANYABINGAN(Malintangpos Online): Kapolres melalui Kasat Reskrim Polres Madina AKP. Azuar Anas,SH.MH, mengutarakan bahwa F yang diduga pelaku Pemukulan terhadap Ger

Geri korban bogem pria dewasa

i (9) Penduduk Desa Tambangan Pasoman Kecamatan Tambangan,akan tetap melakukan pengusutan hingga tuntas.

” Diduga F sebagai pelaku, kita tetap usut dan lidik, tapi terkendala disebabkan korban Geri belum dimintai keterangan sudah berangkat ke Medan,” ujar Kapolres melalui Kasat Reskrim Polres Madina AKP.Azuar Anas,SH.MH, Rabu(27/10) melalui Konferensi Pers di Mapolres.

Kata Azuar, jika korban atau orangtuanya mau kita mintai keterangan di tempat dia sekarang kita datang dan jika mau datang ke Panyabungan kita pasilitasi agar prosesnya jalan.

Waktu melapor orangtuanya kita belum bisa periksa korban, karena waktu itu korban belum bisa dimintai keterangan karena sakit.

Dibilang warga ada gila pelaku..? Tanya Wartawan ” itukan kata warga, jika belum ada surat resmi dari RS Jiwa tentang pelaku, kita tetap lanjutkan perkaranya dan kendala kita di korban belum dapat kita mintai keterangan,” ujar Azuar Anas lagi ketika ditanya.

Bocah 9 Tahun ” Dibogem “

Sebelumnya ” Sedih Kali Nasibnya,” Kalimat itulah yang cocok disampaikan kepada  Seorang bocah bernama Geri 9 thn warga Desa Tambangan Pasoman yang ” Dibogem ” F (42) warga Desa yang sama Kecamatan Tambangan Kabupaten Madina, hingga wajahnya Lebam dan bola matanya merah.

Geri Korban Bogem Pria Dewasa

” Kasus bocah yang masih 9 tahun itu sudah dilaporkan orangtuanya ke Polres Madina, belum ada tindak lanjutnya sampai sekarang,” Ujar warga setempat Nasution, Selasa malam(26/10) Via WhatsApp ke Redaksi Malintang Pos Group.

Disebutkan Nasution, Kronologis kejadian pada hari Rabu sore (20/10/2921) yang lewat di halaman Mesjid Tambangan Pasoman.

Pasalnya..? Informasinya Bocah 9 tahun itu melirik F ( Pelaku) dan entah setan apa yang membuat pelaku langsung memukul Geri sehingga matanya Lebam dan biji matanya merah meski sudah diobati.

” Apa ada pasal lain , kita belum mengetahui, tapi yang jelas F telah main hakim sendiri, soal motif apapun itu tidak dibolehkan,” ujar Nasution.

Akhirnya, pasca kejadian pemukulan, orang tuanya melaporkan ke pihak aparat Desa Tambangan Pasoman untuk mendapat perhatian.

Kemudian,  Kamis dini hari jam 04.00 wib, orangtua korban  melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kotanopan

Pengakuan orang tuanya Kartini (40), berhubung tidak ada Unit PPA di Polsek Kotanopan, kemudian pihak Polsek menyarankan agar melaporkannya ke Polres Madina di Panyabungan.

Sebelum melapor ke Polres Madina, orang tuanya membawa korban berobat memeriksakan kondisi anaknya ke RSUD Panyabungan dengan bantuan dari masyarakat.

Usai dari rumah sakit orang tua korban kemudian melaporkannya  ke Polres Madina.

Masih kata orang tua korban , hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari pihak kepolisian maupun perdamaian dari pihak keluarga pelaku.

Disebutkan orangtuanya, Saat ini korban mengalami trauma, tak nyaman di kampung, sehingga Selasa sore(26/10) dibawa orang tuanya berangkat ke Medan.

” Geri tidak mau lagi di rumah kami, sekolah juga tidak mau, kami bingung, kami warga pendatang di desa itu, kami tidak punya biaya untuk mengobatinya,” Ujar Ibu Geri Via Selular,Selasa malam(26/10) ketika dihubungi.

Sementara Camat Tambangan yang dihubungi Via selular, Selasa malam(26/10) membenarkan adanya ” Pemukulan ” anak SD usia 9 tahun di Desa Tambangan Pasoman.

” Benar ada kejadian itu, cuma kronologisnya kita tidak tau persis, tapi pihak desa juga telah turun tangan mengatasinya,” ujar Camat Tambangan ( Isk)

 

Admin : Iskandar Hasibuan.

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.