Soal Penertipan PETI, Apresiasi Warga Natal Kepada Kapolda Sumatera Utara

PANYABUNGAN(Malintangpos Online): ” Apresiasi kepada Polda Sumatera Utara,” Ucapan itu disampaikan Sejumlah Warga Natal, atas tindakan Polisi Daerah Sumatera Utara, dalam melakukan tindakan tegas mengamankan pelaku Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Bangkelang Kecamatan Batang Natal, yang sebelumnya mendapat apresiasi dari Yayasan Ekosistem Batang Gadis (YEBG) Muhammad Nuh,SH.

Apresiasi yang disampaikan masyarakat Kecamatan Natal ini bukan tak berasalan.

Sebab, dengan adanya komitmen Polda Sumut dalam penertiban PETI, sehingga air sungai Batang Natal bisa kembali bersih.

Dan masyarakat jauh dari bencana seperti banjir akibat sedimen sungai yang tinggi karena bekas kerukan tanah yang masuk ke sungai.

Sebab selama ini, saat ratusan alat berat Escavator para pelaku PETI dulu beroperasi. Air sungai Batang Natal yang mengalir ke hilir sungai yaitu Kecamatan Natal keruh dan berlumpur

Sehingga membuat masyarakat Natal tidak dapat memanfaatkan air untuk MCK serta ikan-ikan sungai pun tak lagi bisa didapat oleh Nelayan Natal.

“Selaku masyarakat yang dihilir, kami sangat mengapresiasi Polda Sumut dalam penanganan penertiban PETI di Kabupaten Mandailing Natal”.ujar tokoh Pemuda Kecamatan Natal, Hendri Syahputra kepada Wartawan Via whatsapp, Minggu (04/12).

Kondisi DAS Batang Natal 1 Minggu lalu/Facebook Alimutiara

Lalu, Hendri juga berharap agar pihak Poldasu dalam melakukan penertiban aktifitas PETI ini supaya serius dan tidak setengah hati.

“Kami masyarakat Kecamatan Natal yang tinggal dihilir sungai Batang Natal selalu berharap pihak Polda Sumut agar tidak setengah hati dalam menindak PETI di Madina,” Ujarnya di WhatsApp.

Hendri Syahputra yang juga menjabat sebagai Ketua Masyarakat Pancasila Indonesia (MPI) Kecamatan Natal ini menambahkan supaya APH bisa kerja tuntas dalam penertiban PETI di setiap pelosok Kabupaten Madina.

Kami menilai kegiatan PETI ini adalah pelaku penghancur lingkungan (Alam).

Dan untuk menyelamatkan agar lingkungan ini tidak hancur, maka APH wajib menghentikan aktifitas PETI,” Ujar Henri Suaputra(WhatsApp/SMSI)

 

Admin : Dita Risky Saputri.SKM.

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Sekolah Langganan Banjir, Bupati Madina Dorong Relokasi SDN 387 Ranto Panjang

    MUARA BATANG GADIS(Malintangpos Online):Banjir yang terus berulang di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Muara Batang Gadis (MBG) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tidak hanya merusak bangunan dan fasilitas umum, tetapi juga bangunan…

    Read more

    Continue reading
    Bupati Madina Serap Aspirasi Warga Ranto Panjang di Kedai Kopi

    RANTO PANJANG(Malintangpos Online): Hari kedua kunjungan kerja di wilayah Siaulangaling, Kecamatan Maura Batang Gadis (MBG) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Bupati H. Saipullah Nasution menyambangi Desa Ranto Panjang Minggu (14/12/2025). Di…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses