Terimakasih Pak.Polisi, Balai Jalinsum Membiarkan Jalan Berlobang di Madina

Seorang anak melihat kondisi Jalan Berlobang di Kotanopan/Aris M

PANYABUNGAN(Malintangpos Online): “ Terimakasih pak Lalulintas Polres Madina,” Kalimat itulah yang diucapkan beberapa orang supir dan warga yang sedang melintas di Jalan Lintas Sumatera sekitar Desa Sarak Matua Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, ketika sejumlah personil Lalu Lintas menimbuni/menutupi jalan yang berlobang dengan alat seadanya.

            Padahal, tugas menimbun Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) itu bukan tugas polisi, melainkan adalah tugas dari pihak Balai Jalan Nasional Wilayah Sumatera Utara yang kantornya ada di Kota Medan dan kabarnya ada dulu kantornya di Kota Panyabungan.

            Hal itu disampaikan sejumlah Supir Angkota dan Truk kepada Malintangpos Online, Jumat pagi (17-5) secara terpisah di Kab.Madina, terkait dengan banyaknya Jalinsum yang rusak dan berlobang-lobang yang di khawatirkan akan menimbulkan kecelakaan di menjelang Mudik Lebaran 1440 H yang tidak lama lagi.

Lobang di jalinsum Tikungan antara Laru Baringin- Lumban Pasir Kotanopan/Risky Hamonangan

Salah seorang supir Angkot Nurdin Lubis mengutarakan bahwa supir seperti mereka tidak memahami bahwa Jalan yang mereka lalui dari Panyabungan – Siabu adalah tanggung jawab pihak Balai Jalan Nasional, setahu kami itu adalah tanggung jawab Bupati Madina, makanya kami kesal sama Bupati selama ini yang membiarkan jalan rusak dan berlobang-lobang.

            “ Mohon maaflah kepada Bupati Madina Drs.H.Dahlan Hasan Nasution, saya pikir semua jalan yang ada di Mandailing Natal adalah Bupati yang tanggung jawab, jadinya saya berdosa menuduh Bupati Madina ngak peduli supir,” ujar Nurdin Lubis sambil berlalu menggas angkotanya.

            Supir Angkot Panyabungan – Kotanopan N.Nasution, sambil berkata dengan logat Mandailing Natal “ Jiama mararti bicara ni supir bang, DPRD tai do gari dabo turun langsung, ulang kalai mardalan-dalan sajo ( Manalah berarti bicara supir, DPRD  kita itu maunya  turun langsung, jangan mereka jalan-jalan saja “ katanya.

Kondisi Jalan di sekitar depan SErbaguna Panyabungan ditimbun pake sirti

Kata Nasution, sering mobil yang dikemudikannya rusak, karena kondisi jalan dari Panyabungan – Kotanopan banyak yang rusak, kenapa dibiarkan Bupati Madina ia, berapalah anggaran untuk menutupi lobang-lobangnya, atau jangan- jangan Bupati mendapat bagian.

            Jalan Nasional  bukan tanggung jawab Bupati..? oh begitu, jadinya adalah tanggung Jawab Kepala Balai Jalan Nasional, tapi apa salahnya Gubsu maupun anggota DPRD Sumut memanggil Kepala Balai Jalan Nasional agar segera diperbaiki, biar supir dan masyarakat tidak terganggu melintas diwilayah kita ini, sebutnya sambil berlalu.

            Aktivis Transportasi Madina Faizal Haryadi,ST yang dihubungi Wartawan Via selular, Jumat pagi (17-5) mengutarakan bahwa kerusakan jalan Nasional, Provinsi maupun Kabupaten diwilayah Mandailing Natal adalah akibat tidakadanya perhatian kita untuk mendesak Gubsu, Bupati Madina agar mengusulkan pembangunannya ke pusat.

Jalan kabupaten di Madina

“ Anggota DPRD kita teriak-teriak, Pemda Madina dan Pemda Sumut terus mengusulkan ke Kementerian PUPR di Jakarta dipastikan akan segera selesai persoalan transportasi, kapan kita majunya kalau masalah jalan saja ngak selesai-selesai diwilayah kita,” katanya.

            Disebutkannya, lucu sekali Polisi atau lalulintas yang menimbun jalan, lagian ngak eloklah Jalan Nasional ditimbun seperti itu, mana pihak Balai jalan Nasional Wilayah Sumut, kenapa membiarkan Jalinsum rusak( Red/ARM)

 

 

Liputan       : Aris Munandar Hasibuan

Admin         : Siti Putriani Lubis

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.