Terkait Jatuhnya Dump Truck, LSM dan Warga Minta Ka.BPBD Madina Diperiksa

1.Ka.BPBD Madina Risfan Juliardi Hutasuhut.

MEDAN(Malintangpos Online): Sejumlah warga dan LSM di Kota Medan Sumatera Utara,meminta kepada Polisi dan Kejaksaan untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap Ka.BPBD Kab.Madina Risfan Juliardi sebagai pihak yang paling bertanggung jawab terhadap jatuhnya dek jembatan(Oprit) yang baru saja dibangun,Senin(23-01).

            Apalagi, anggaran pembangunan Jembatan Aek Donok yang berada diantara Desa Manyabar – Manyabar Jae tersebut anggarannya bersumber dari APBN Pasca Bencana yang sejak mulai dikerjakan telah banyak protes yang disampaikan oleh masyarakat selama ini, namun pihak BPBD yang telah mempercayakan kepada kontraktor pemegang tender dinilai masyarakat minim pengawasannya.
            Permintaan warga dan LSM itu disampaikan kepada Malintangpos Online,Senin malam(23-01) Via email yang disampaikan ke Redaksi setelah pengurus LSM dan warga membaca berita di Medsos maupun Malintangpos Online.

            Salaha seorang warga asal Panyabungan Irhamah Pulungan.ST menyampaikan, bahwa anggaran Pasca Bencana untuk wilayah Mandailing Natal kisaran Rp 20 Milyar dalam tahap perencanaannya memang sudah dikhawatirkan oleh masyarakat, sebab turunnya anggaran erat kaitannya dengan meluapnya Aek Rantopuran yang telah meluluh lantakkan bangunan dan areal

Jembatan Aek Donok Manyabar ketika permulaan dikerjakan oleh kontraktor dari CV.Darul Firzi Riski dengan anggaran Rp 788.376.000,- APBD (Dana Bantuan Hibah).

pertanian di daerah itu beberapa tahun silam.

            Tapi kenyataannya, Pemerintah Mandailing Natal Cq.BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) justuru merencanakan anggaran Rp 20 Milyar tersebut untuk pembangunan tiga(3) buah jembatan, dek penahan banjir, drainase, jalan setapak atau Rabat beton yang sama sekali ngak ada untuk penahan banjir bagi beberapa desa langganan banjir disekitaran daerah itu.
            Disamping itu, masalah pembangunan Jembatan juga telah berulang kali diprotes masyarakat, tetapi oleh pihak BPBD ngak juga menggubris, akibatnya Jembatan yang belum selesai dibangun sekalipun sudah pertambahan waktu sekitar 52 hari akhirnya rusak setelah dilalui Dump Truck pembawa sirtu.

            Kepala BPBD Madina Risfan Juliardi Hutasuhut yang puluhan kalimau dijumpai kekantornya selalu gagal, sebab ngak pernah masuk kantor, dihubungi melalui HP nya ngak ada yang aktif, jika ditanyak anggotanya/ stafnya dikantornya selalu angkat bahu

Dump Truck yang jatuh disebabkan oprit Jembatan yang kualitasnya diragukan.

disebabkan stafnya juga banyak yang ngak tau keana Ka.BPBD setiap harinya.

            “Kalau dari Malintang Pos kami ngak berani bicara, sebab ada larangan dari Ka.BPBD Madina beberapa waktu lalu kami ngak boleh memberikan keterangan kepada Wartawan Malintang Pos,” ujar seorang staf dikantor itu.(Red).
Admin : Dina Sukandar A.Md

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.