Terkait Pasar Parbuko, Pasar Murah Bukan Solusi,Pemda Madina Tidak Memahami

Warga membeli Elpiji di Pasir Putih/Aris M

PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Gagalnya  pedagang Parbuko menggelar dagangannya dilokasi yang disediakan Pemerintah Mandailing Natal, banyak muncul komentar dan pendapat dari berbagai elemen masyarakat yang mengharapkan agar Bupati Madina Drs.H.Dahlan Hasan Nasution, masa yang akan datang lebih cermat dan teliti jika membuat kebijakan.

            Kenapa rupanya..? sebab pasar murah yang digelar khususnya penjualan Gas Elpiji 3 Kg dengan harga Rp 17.000,-/tabung bukanlah solusi untuk meramaikan pembeli Parbuko kalaupun ada pedagang yang berjualan, tetapi masyarakat pedagang menilai Pemda Madina tidak memahami kondisi pasar yang seharusnya bagi pedagang Parbuko.

            “ Pasar murah bukan solusi, tetapi justuru Pemda Madina yang tidak memahami kondisi pasar yang seharusnya bagi pedagang, apalagi pihak Disperindag kemungkinan membuat laporan atau melaporkan rencana di Pasir Putih kurang sosialisasi atau laporan asal bapak senang,” ujar Juraidah Nasution salah seorang pedagang Parbuko, Senin (6-5) kepada Malintang Pos di Pasar Baru Panyabungan.

Kondisi Pasar Lama/Belakang Ruko

Kata Juraidah, pedagang bukan mau menyalahkan Drs.H.Dahlan Hasan Nasution, namun stafnya khususnya Kadis Perindag Madina kemungkinan tidak mampu menjelaskan kepada Bupati, sehingga rencana pasar Parbuko baik tahun lalu di Taman Raja Batu dan Tahun 2019 ini di Lapangan Pasir Putih adalah gagal dan tentu wibawa pemerintah jatuh dimata pedagang.

            Harusnya, ujar Maimunah Lubis pedagang Toge, jauh-jauh hari telah disosialisasikan, jangan main sepakat saja itu pemerintah, kaji dan tanya langsung pedagang, adakan survey, jika tidak memungkinkan sampaikan kepada Bupati secara jujur, agar Bupati bisa mengambil langkah yang positif bagi pedagang.

            Pantauan Malintangpos Online, Senin (6-5) di Pasir Putih, lapak yang telah disediakan oleh Dinas Perindag Madina, sama sekali tidak ada penjual parbuko yang menggelar dagangannya, hanya mobil pembvawa Elpiji yang membongkar Gas 3 Kg.

Kondisi Pasar Parbuko Pasir Putih

Serta, masyarakat yang ingin membeli Gas Elpiji 3 Kg datang dari berbagai desa dan kelurahan begitu mengetahui adanya penjualan Gas 3 Kg dengan harga Rp 17.000/Tabung dan masyarakat datang ramai-ramai, tapi bukan untuk membeli Parbuko.

            “ Kalau Gas Elpiji seharga Rp 17.000,- kemanapun dikejar masyarakat, sebab diluaran paling murah Rp 25.000,-/Tabung,” ujar Nasution sambil tersenyum membawa Gas ( Red)

 

 

Admin : Siti Putriani Lubis

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.