Tinggal Dengan Nenek Tua, 3 Anak Yatim – Piatu Butuh Perhatian Pemda dan DPRD Mandailing Natal

DITENGAH Himpitan Ekonomi masyarakat sekarang ini, banyak warga disejumlah desa di 404 Desa/ Kelurahan se Kabupaten Mandailing Natal, sangat membutuhkan ” Perhatian ” dari Pemerintah, karena memang diatur dalam Undang – Undang di Negara Republik Indonesia.

Mungkin, itulah yang menyebabkan Wartawan Syahren Hasibuan, yang setiap waktu selalu dekat dengan orang – orang yang memang harus menjadi perhatian pemerintah Desa,Kecamatan maupun Pemerintah Kabupaten dan DPRD Mandailing Natal.

Maksudnya..? Kita tau bersama, bahwa apa tugas Kades,Camat, OPD terkait, Bupati/Wakil Bupati dan DPRD Mandailing Natal, tentu mengurus masyarakat kita agar terpenuhi segala sandang dan pangannya.

Misalnya, Kades bukan hanya mengurus dan mengelola Dana Desa saja, lihat dong kondisi warganya, apakah makan, apakah minum, apakah sakit atau bagaimana hidup warganya, jangan – jangan ada yang hanya makan 1 x 1 hari, mudah – mudahan tidak ada yg sakit, artinya tidak ada yang sakit warga kita.Amin.

Seperti liputan Wartawan Syahren Hasibuan ( DPR Jalanan ) diwilayah Kecamatan Panyabungan Baray, Miris seorang perempuan lanjut usia (lansia) terpaksa mengambil alih untuk merawat tiga anak yatim – piatu cucunya sendiri sejak kedua orang tua bocah ini meninggal dunia.

Kisah haru ini datang dari nenek Ana Nasution (72) yang tinggal bersama dengan ke tiga cucunya di rumah kecil yang tampak sederhana di lorong berut, kelurahan Longat, Kecamatan Panyabungan Barat, Kabupaten Mandailing Natal, Sabtu,( 18/6)

Nenek Ana Menceritakan, Kedua orang tua sang cucu telah tiada membuat nenek perempuan ini harus membanting tulang demi menghidupi ke tiga cucunya yang masih kecil.

“Menantu ibu dari anak anak ini meninggal dunia dua tahun yang lalu, sebelas bulan setelah itu anak ku ayah dari ke tiga cucuku ini menyusul kemudian menghadap sang ilahi, bertani hanya itu yang bisa aku lakukan membesarkan ke tiga cucu dengan seorang diri, “ujarnya.

Menjadi seorang petani diusia senja seperti nenek Ana tak banyak yang bisa ia lakukan, Miris pendapatannya yang kecil membuat dirinya tidak mampu memenuhi kebutuhan makan serta kebutuhan perlengkapan sekolah ke tiga cucunya.

“bertani seusia saya berapalah hasil yang bisa didapat, makan dengan garam serta lauk ikan asin kecil cuma itu yang bisa aku dapatkan, pensil dan buku serta keperluan sekolah lainnya tak bisa aku penuhi seutuhnya, “imbuhnya.

Nenek Ana menanggung beban tanggung jawab yang harus ia pundak untuk merawat ke tiga cucunya yang masih kecil, ia harus melakukan ini lantaran ke tiga cucunya kini telah menjadi yatim piatu sejak setahun yang lalu.

“Berbekal tani dan hanya bisa memberikan keperluan seadanya, saya dengan tulus ikhlas merawat ketiga cucu dari anak laki laki saya, sang kakak Nasrul Nst sudah lulus SD tahun ini, fatimah sari kelas 3 SD, Mhd Rasyid kelas 1 SD, saya tinggal serumah dengan mereka sejak menantu ibu dari ketiga anak ini meninggal dua tahun lalu, selang sebelas bulan, anak saya ayah anak anak ini menyusul kemudian menghadap sang ilahi, “ucapnya.

Bocah perempuan anak yatim piatu kelas tiga SD ini, ketika ditanya apa ada keperluan sekolah yang kurang dan berapa jajan yang diberikan nenek setiap berangkat sekolah, tangisnya pecah menjawab pertanyaan awak media.

Lebih lanjut Nenek Ana menceritakan alm ibu dari ketiga anak ini terdaftar sebagai keluarga penerima mamfaat (KPM) program keluarga harapan (PKH), untuk bantuan uang tunai, dalam kurun setahun ini dua kali pencairan yang ia terima sebesar Rp 400,000,.

“Bantuan uang tunai (PKH) dalam kurun setahun yang sudah kami terima di dua tahap pencarian ini sebesar Rp 400,000 dari pendamping, “sebutnya.

Sementara bantuan pangan non tunai (BPNT) yang belakangan dicaerkan di kantor pos panyabungan hingga hari ini belum sampai ke tangan mereka.

“Bantuan pangan non tunai (BPNT) berbentuk sembako, terahir kami diarahkan untuk menjemput bantuan tersebut ke kantor pos panyabungan, cucuku sebagai pewaris utama yang terdaftar di kartu keluarga, berangkat menjemputnya kesana, seharian menunggu di kantor pos, dapat kabar dari sana katanya bantuan sudah dialihkan ke kecamatan, sementara ditanya di kecamatan tidak ada, bantuan sembako tersebut entah kemana rimbanya, artinya hingga kini bantuan sembako itu belum ada kami terima sampai saat ini, “tutupnya.

Kini sang nenek beserta ketiga cucunya yang menggemaskan ini harus rela bertahan hidup dengan makan seadanya, di rumah kecil sederhana berukuran 3×5 meter berdindingkan kayu berlantai semen,

Rumah kecil warisan almarhum orangtua mereka, menjadi satu satunya saksi bisu suka dan duka perjalanan hidup yang dilalui sang nenek dengan ke tiga anak yatim piatu cucu tercintanya.( Syahren Hasibuan)

 

Admin : Iskandar Hasibuan.

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Wabup Madina Ajak Masyarakat Tekan Inflasi Dengan Memanfaatkan Pekarangan

    PARBANGUNAN(Malintangpos Online): Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution, mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayur dan sejenisnya sebagai upaya menekan inflasi. Ajakan itu disampaikan Atika saat…

    Read more

    Continue reading
    Bupati Madina Perintahkan Dinas PUPR Segera Perbaiki Rambin di Desa Sipogu

    BATANG NATAL(Malintangpos Online): Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) segera meninjau rambin di Desa Sipogu, Kecamatan Batang Natal, untuk segera diperbaiki.…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses