TMMD Tahun 2017 Kodim 0213/Nias Resmi Ditutup

Dansatgas TMMD ke 98 menandatangani berita acara serah terima hasil yang sudah dicapai selama pelaksanaan TMMD ke 98 kepada Pemerintah yang disaksikan oleh Satf Ahli Kodam I BB bidang Hukumhumaniter Kol Inf M . Simorangkir.

NIAS (Malintangpos Online) : Pelaksanaan TMMD ke 98 Tahun 2017 yang dilaksanakan di wilayah Kodim 0213/Nias resmi ditutup dalam acara upacara Penutupan yang dilaksanakan di Desa Pantai Bozihona Kecamatan Idanogawo, Kamis (4/5).

Bertindak sebagai inspektur upacara dalam upacara penutupan pelaksanaan TMMD ke 98 tersbeut adalah Satf Ahli Kodam I BB bidang Hukumhumaniter Kol Inf M . Simorangkir, dalam pelaksanaan TMMD ke 98 tersebut mengambil Thema “Dengan semangat kemanunggalan TNI dan Rakyat kita percepat Pembangunan di daerah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam rangka menjaga keutuhan NKRI”

Insptektur Upacara Kol Inf M . Simorangkir dalam Upacara penutupan TMMD tersebut membacakan amanat  Kepala Staf Angkatan Darat Selaku Penanggung Jawab Operasional TMMD, Jenderal TNI Mulyono.

“Selama  satu  bulan  lamanya  sejak tanggal  5  April  2017,  para  prajurit  TNI,  anggota  Polri,  pemerintah  daerah  dan  segenap  komponen  masyarakat,  telah bekerja keras dengan penuh kebersamaan,  dilandasi  semangat  kemanunggalan  untuk menyelesaikan program TMMD ke-98 tahun  2017.  Kebersamaan  yang  ditunjukkan dalam  program  TMMD  ini,  semoga  saja merupakan  refleksi  dari  kemanunggalan yang hakiki antar segenap komponen Bangsa, untuk mengatasi  berbagai  persoalan  dalam  rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Mulyono dalam amanatnya tersebut.

Kebersamaan  seperti  inilah  yang  sebenarnya  merupakan  hakekat  dari Kemanunggalan TNI-Rakyat yang merupakan roh perjuangan Bangsa dan akan  terus kita bangun  serta  pelihara,  guna  menyiapkan Ruang,  Alat  dan  Kondisi  Juang  yang tangguh  untuk  kepentingan  pertahanan Negara  yang  bersifat  semesta,  sebagai ciri  khas  Negara  Indonesia  yang mengedepankan  keterpaduan  antara  TNI dan rakyat.

“Oleh  karena  itu  pada  kesempatan    yang  sangat  baik  ini,  sebagai  Kepala  Staf Angkatan  Darat  dan  selaku  PenanggungJawab  Operasional  (PJO)  TMMD, saya  menyampaikan  apresiasi  yang  tinggi kepada  para  Pemerintah Daerah  dan semua pihak serta  seluruh  komponen  masyarakat, yang telah bahu-membahu dan saling mendukung sehingga  kegiatan  TMMD  ke-98  ini  dapat terselenggara sesuai rencana dengan aman dan lancar,” ucap Mulyono.

Sebagaimana  kita  ketahui  bersama, bahwa  program TMMD  dimulai  sejak  tahun 1980-an  dengan  sebutan  Program  ABRI Masuk  Desa  (AMD).  Setelah  melalui berbagai  evaluasi  dan  penyempurnaan, program  TMMD  terus  diselenggarakan secara  intensif  dengan  lingkup  kerjasama yang  semakin  luas  dengan  kementerian-kementerian  terkait.  Hal  ini  dilakukan  agar Program  TMMD,  semakin  memberikan manfaat  kepada  masyarakat  secara  lebih tepat.

“Perlu  saya  sampaikan  juga  bahwa mulai Tahun 2017  ini, program TMMD yang semula  diselenggarakan  2  kali  dalam setahun,  ditambah  menjadi  3  kali.  Hal  ini dilakukan, selain sebagai bentuk kepedulian TNI  dalam  membantu  akselerasi  program pembangunan  di wilayah-wilayah  yang  sulit terjangkau,  juga  sebagai  salah  satu  upaya untuk  melestarikan  budaya  luhur  Bangsa Indonesia  yang  menjadi  makna  inti  dari Pancasila,  yaitu  gotong  royong.  Melalui pelestarian  budaya  gotong  royong  dan kemanunggalan  dalam  program  TMMD  ini, diharapkan  kita  dapat  semakin membentengi  diri  dari  potensi  disintegrasi yang  dipicu  oleh  sentimen  perbedaan  dan sikap intoleransi,” tergas Mulyono.

Pada  program  TMMD  ke-98  tahun  2017  ini,  secara  nasional  kita  telah menyelesaikan  sebanyak  357  sasaran  fisik  berupa  pembangunan  dan  perbaikan infrastruktur  yang  tersebar  di  berbagai wilayah  Kodam  di  seluruh  Indonesia,   antara  lain  pembangunan  sarana  transportasi berupa  pembangunan  jalan  baru,  pembuatan jalan makadam, rabat  jalan,  rehabilitasi  jalan, peningkatan  jalan,  betonisasi  jalan, penimbunan, pelebaran dan pengerasan jalan.

Disamping  itu  juga  dilaksanakan pembangunan  infrastruktur  lainnya  yang meliputi  pembuatan  jembatan,  pembuatan tanggul,  pemasangan  gorong-gorong, pembangunan  gapura,  pembuatan poskamling,  pembuatan  sarana  olahraga, renovasi  rumah  ibadah  dan  rumah  tidak layak  huni,  pembangunan  sekolah, pembangunan  sarana  sanitasi  dan  pusat-pusat kegiatan masyarakat.

Selain  sasaran  fisik,  TMMD  juga menyelenggarakan  program-program  non fisik berupa penyuluhan kepada masyarakat tentang  Bela  Negara  dan  Ketahanan Nasional.  Ditengah  dinamika  kehidupan sosial  kemasyarakatan  yang  diwarnai berbagai  permasalahan  sangat  kompleks  seperti  sekarang  ini,  kegiatan  non-fisik sangat  dibutuhkan  untuk  membangun  dan memperkokoh  jiwa  dan  semangat nasionalisme  masyarakat.  Hal  tersebut merupakan  sebuah  kebutuhan  untuk menangkal    berbagai  ancaman  disintegrasi Bangsa,  yang  dilancarkan  melalui  Proxy War, yaitu berupa maraknya peredaran dan penyalahgunaan  Narkoba,  ancaman terorisme,  aksi  kriminalitas,  kebangkitan komunisme  gaya  baru  serta  perang informasi  yang melanda  hampir  ke  seluruh penjuru  dunia.

“Oleh  karenanya, TMMD dapat  dipandang  sebagai  salah  satu  upaya pemerintah  melalui  TNI  AD,  untuk membangun  dan  memperkuat  ketahanan masyarakat  sebagai  potensi  kekuatan wilayah  yang  sangat  diperlukan  dalam membangun  Ketahanan  Nasional  untuk menjaga  tetap  tegaknya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” sebutnya.

Dengan  telah berakhirnya  pelaksanaan TMMD  ke-98 ini, bila terdapat tutur kata dan tingkah  laku  para  prajurit  saya,  yang  tidak berkenan  di  hati  masyarakat,  baik  sengaja maupun  tidak  sengaja  selama  berinteraksi, saya  selaku  Penanggung  Jawab Operasional  TMMD  menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya.

Ada beberapa  atensi  dan  harapan  yang  perlu saya  sampaikan  kepada  para  prajurit  dan seluruh komponen masyarakat, Pertama, mari kita pelihara  terus semangat kebersamaan  dan  Kemanunggalan  TNI-Rakyat,  jangan  mudah  terhasut  dan terprovokasi  oleh  pihak  manapun  yang dapat  merusak  persatuan  dan  kesatuan Bangsa. Kedua,  semangat  gotong  royong hendaknya  terus  dilestarikan,  sebagai warisan budaya Bangsa yang sudah terbina dengan baik selama ini. Ketiga, pelihara hasil program TMMD, agar manfaatnya  dapat  dinikmati  oleh  warga masyarakat dalam kurun waktu yang cukup panjang. Keempat,  kepada  para  Dansatgas  TMMD ke-98  lakukan  evaluasi  secara menyeluruh terhadap  pelaksanaan  TMMD  untuk dijadikan  bahan  perbaikan  pada  TMMD mendatang.  Kelima,  kepada  para  prajurit  yang bergabung  dalam  Satgas  TMMD,  dengan selesainya  kegiatan  ini  segera  kembali  ke induk  pasukan  masing-masing  dan perhatikan  faktor  keamanan selama dalam perjalanan,” katanya mengakhiri amanat.

Dalam penutupan TMMD ke 98 tersebut juga dilaksanakan Pemberian sembako kepada masyarakat Desa Pantai Bozihona, Tari tarian daerah oleh SMA Negeri 1 Gunung sitoli, Peninjauan sasaran fisik dan Bazar pasar murah.  (Pul)

Admin : Dina Sukandar Hasibuan,A.Md

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.