TP4D Harus Tegas, Dek.Penahan Banjir di Aek Rantopuran Harus Diawasi

Dek, Aek Rantopuran Dihantam Sungai/Suaib Nasution

PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) baik dari Kabupaten maupun Provinsi Sumatera Utara, sangat diharapkan masyarakat agar melakukan pengawasan terhadap proyek rehabilitasi/Perbaikan dan pembangunan Infrasturuktur pengendalian banjir dan pengamanan sungai (Aek) Rantopuran Kecamatan Panyabungan dengan anggaran Rp 2.259.504.534,52.

            Proyek yang dikerjakan oleh CV.DU dengan anggaran Rp 2.259.504.534.52, dengan Penanggung Jawab UPT.SDA,Batang Gadis-Batang Natal Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Sumut dimulai tanggal 31 Juli- 27 Desember 2019, jika tidak diawasi akan sama nasibnya dengan proyek –proyek sebelumnya yang ada di Mandailing Natal.

Dek. Penahan Banjir Aek Rantopuran Panyabungan./Suaib Nst

“ TP4D baik Kabupaten maupun Provinsi Sumut, agar sejak mulai melakukan pengawasan, karena baru saja dikerjakan oleh kontraktor Sungai (Aek) Meluap langsung pekerjaannya rusak, tentu agar kualitas bagus diperlukan pengawasan yang benar-benar, jangan setelah selesai, baru turun pengawas melakukan pengawasan,” ujar Wakil Ketua LSM.Genta Madina Fahruddin R.Nasution,ST kepada Malintangpos Online, Selasa( 8-10) ketika meninjau dari dekat pelaksanaan proyek Pemerintah Sumatera Utara itu di Desa Manyabar Kecamatan Panyabungan.

            Kata Nasution, pihaknya bukan menuduh CV.Denny Utama Korupsi, melainkan apakah pihak TP4D sudah melihat sesuai gambar dari bangunan penanhan banjir yang dikeluarkan oleh  Dinas Sumber Daya Air,Cipta Karya Sumut, karena jika tidak sesuai dengan gambar, baik kedalaman pondasi maupun lebarnya, tentu yang rugi nantinya masyarakat.

            Terus terang, ujar Nasution, sekarang ini lagi musim hujan, kalau DPRD Sumut maupun Pengawas dari Dinas Sumber Dayar,Cipta Karya Sumut tidak akan mau mengambil resiko, karena itulah ada baiknya TP4D yang telah dipercayakan sebagai pengawasnya, sejak dimulai pekerjaannya langsung diawasi, kalau tidak bangunan akan dengan mudah hancur.

Belum Selesai Sudah Dihantam Banjir

Begitupun, kata Nasution, pihaknya dari LSM.Genta Madina maupun LSM lainnya,serta sejumlah Wartawan dan masyarakat Desa Manyabar dan Desa Manyabar Jae Kecamatan Panyabungan akan terus melakukan pengawasan dan melaporkannya langsung nanti ke Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dan Gubernur Sumut di Medan, agar Kadis dan Kontraktornya ditegur.

            “ Kalau melihat sistem kerja yang sudah dilakukan sekarang ini dilapangan, kami selaku bagian dari masyarakat sangat khawatir dengan kondisi bangunan nantinya, karena belum apa-apa sudah digilas luapan sungai, sebab pengawasan sekarang tidak ada,” ujar Nasution lagi ( SN/NS/Red)

 

 

Liputan : Suaib Nst/Nanda S

Admin   : Iskandar Hasibuan

Komentar

Komentar Anda

Related Posts

Pemda Madina Bergerak Lambat, Gelondongan Kayu dan Sampah Sumbat Terowongan Jembatan Aek Mata Panyabungan

PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Rabu (25/02/26) malam hingga Kamis (26/02/26) dini hari yg lalu, mengakibatkan peningkatan debit air Sungai (Aek )Mata yang melintas…

Read more

Continue reading
Advocat Nasional : Hal Kecil Saja DPRD Tidak Berani, Apalagi Soal APBD Madina

JAKARTA(Malintangpos Online): Advocat Nasional, Mohd.Amin Nasution,SH, Mengutarakan Soal kecil, masalah Lampu Penerangan Jalan Umum(LPJU) saja Anggota DPRD Madina II, Tidak Berani Bicara.   ” Masalah kecl saja mereka tidak berani…

Read more

Continue reading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses