Wakil Menteri Agama RI, Romo H.R. Muhammad Syafii Disambut Mudir Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru

PURBA BARU(Malintangpos Online):Kunjungan Wakil Menteri Agama RI, Romo H.R. Muhammad Syafii di Pondok Pesantren (Ponpes) Mustafawiyah Purba Baru kabupaten Mandailing Natal (Madina) disambut Mudir H.Musthafa Bakri dan H.Harun Musthafa Nasution, serta para Guru, Ulama dan tokoh masyarakat, Rabu (24/12).

Dalam rombongan Wamen tersebut didampingi H. Ahmad Qosbi, S.Ag., MM.selaku Kakanwil Provinsi Sumatera Utara beserta jajarannya serta Kakan Kemenag Madina H.Maranaek Hasibuan MA.

Pada momen baik itu disambut khusus oleh H.Mustafa Bakri Nasution (Mudir Ponpes) didampingi Harun Mustafa Nasution Mantan DPRD Provinsi Sumut yang juga merupakan adek kandung H.Mustafa Bakri Nasution

“Ponpes Mustafawiyah ini berdiri tahun 1912 yang merupakan Ponpes besar di wilayah Sumatera Utara bahkan juga Ponpes kategori terbaik nomor 7 nasional,”papar H.Mustafa Bakri pada acara sambutannya.

Lanjutnya,banyak para Alumni Ponpes Mustafawiyah yang menjadi punya peran penting dalam kenegaraan RI,salah satunya termasuk Kakanwil Sumut serta Kakan Kemenag Madina,”tambahnya.

Sementara itu Wakil Menteri Agama RI, Romo H.R. Muhammad Syafii, menegaskan, pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan Islam di Indonesia, termasuk pesantren.

Pesantren adalah institusi pendidikan Islam tertua di Indonesia yang telah terbukti berkontribusi besar dalam mencetak generasi Muslim yang berakhlak, berilmu, dan berdaya saing.termasuk meraih kemerdekaan RI.Sehingga diperlukan perhatian lebih dari pemerintah dalam bentuk kelembagaan yang khusus menangani pesantren,”pungkasnya

Menurutnya, sinergi antara ulama, pesantren, dan pemerintah menjadi kunci dalam membangun sistem pendidikan Islam yang lebih baik.

Selain itu, kebijakan terkait pesantren juga bisa lebih komprehensif dalam menjawab tantangan zaman, termasuk dalam menghadapi era digital dan globalisasi.

“Pesantren memiliki peran penting dalam membentuk karakter bangsa. Pemerintah selalu mendukung berbagai inisiatif yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan Islam dan kesejahteraan pesantren,” katanya.

“Intinya bicara tentang pesantren maka juga meliputi bicara tentang negara,”tutupnya.

Dipenghujung acara di akhiri dengan Do’a bersama untuk keselamatan bangsa serta keberlanjutan dakwah Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Harapannya, pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum untuk memperjuangkan kebijakan yang lebih berpihak kepada pesantren sebagai pilar pendidikan Islam di Indonesia.(MPI/red)

Sumber Berita : MPI.Madina

Admin : Iskandar Hasibuan.

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Paket Ketahanan Pangan Dana Desa TA 2025 di Kec.Panyabungan Utara Diduga Fiktif Rp 25 Juta/ Desa

    PANYABUNGAN UTARA(Malintangpos Online): ” Ada -Ada Saja, Kades ini,” Paket Ketahanan Pangan sebesar Rp 20.000.000 – per desa untuk Tahun Anggaran (TA) 2025 di 11 desa Kecamatan Panyabungan Utara diduga…

    Read more

    Continue reading
    11 Januari: “Bersyukur Merajut Sejarah” Bersama Waspada dan Permata Hati

    *** Oleh: Hasriwal AS *** *Bagi ku*, tanggal 11 Januari bukan sekadar pergantian kalender. Ia adalah tanggal “keramat” yang mematrikan dua peristiwa monumental dalam hidup ku. Sejarah besar bangsa melalui…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses