Warga Desa Laru Baringin Kec.Tambangan Butuh Jembatan Penyeberangan

Foto Syahren Hasibuan

TAMBANGAN(Malintangpos Online): Ratusan KK Warga Desa Laru Baringin Kacamatan Tambangan Kabupaten Mandailing Natal Sumatera Utara, berharap kepada pemerintah membangun jembatan penyeberangan ke areal pertanian mereka yang harus menyeberangi sungai Batang Gadis.

” Bertahun tahun sudah warga memanfaatkan jembatan gantung tradisional yang terbuat dari kayu dan bambu sebagai akses penyeberangan menuju sawah dan perkebunan masyarakat,” ujar Paet kepada Wartawan Syahren Hasibuan,Kamis(20/5).

Kata Paet salah satu petani menatakan, setiap kali pulang dari kebun bila melewati jembatan ini aku selalu merasa was -was , jembatan ala kadarnya ini akan jatuh dan rubuh.

Ke khawatiran terus menghantui kami apalagi kami lagi bawa hasil pertanian, melewati jembatan ini tidak mudah, dengan membawa hasil pertanian kami, sekali menyeberang yang bisa kita bawa hanya 10 kg saja takut rubuh “ucapnya.

Kepala Desa Laru Baringin Salman Hasibuan,menuturkan jembatan gantung akses warga ke ladang ini sungguh menyedihkan, sebab kondisi pisik jembatan sangat memprihatinkan untuk dilalui warga.

Lebih lanjut Salman menceritakan , dengan tidak adanya akses jembatan yang memadai di areal ini, sebagian warga kami terpaksa menyeberangi sungai, seperti halnya yang baru baru ini terjadi, seorang kepala keluarga menyeberangi sungai Batang Gadis hayut terbawa arus hingga hari ini Kamis (20/5)belum juga di temukan.

Saya sangat berharap kepada pemerintah Kabupaten Mandailing Natal dan juga pemerintah Provinsi Sumatera Utara agar dapat membantu kami membangun jembatan penyeberangan ke areal pertanian warga kami agar kedepan tidak ada lagi korban yang hanyut akibat menyeberangi sungai Batang Gadis ini,ujar Kades Laru Baringin Salman Hasibuan(Syahren)

 

Admin : Iskandar Hasibuan.

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.