Warga Kembali Datangi Malintang Pos, Sampah di TPA Desa Batang Gadis Mengganggu

PANYABUNGAN(Malintangpos Online): ” Apakah kami harus mengadu ke Gubernur Sumut,baru beres soal Sampah di desa kami,” kata – kata itulah ucapan pertama yang disampaikan warga Desa Batang Gadis Kec.Panyabungan Barat Kab.Mandailing Natal yang ketiga(3) kalinya datang ke Redaksi Malintang Pos Group,Rabu(13/1) pagi.

Maaf ia, kami datang ke Redaksi Malintang Pos Group,semata – mata untuk membantu warga mengingatkan Bupati Madina,DPRD Madina yang telah pernah turun langsung melihat sampah yang dibuang di jalan menuju TPA Sampah milik Pemda Mandailing Natal.

” Tidak ada maksud lain, kami bukan memfitnah,silakan Bupati dan DPRD Madina datang melihatnya ke lokasi TPA biar tau keluhan warga,” Ujar Nasution,Rabu(13/1) di Redaksi Malintang Pos Group Jln.Bermula Panyabungan.

Kami sudah laporkan keadaan ini ke Camat maupun Bupati, serta Bupati dan DPRD sudah pernah lihat langsung, karena awalnya TPA dibuat sekaligus ada alat pengolahan,tapi tidak pernah difungsikan sejak selesai dibangun.

Bayangkan, milyaran APBD di alokasikan,tapi tidak difungsikan,tentu sampah terus menggunung dan warga Batang Gadis menjadi korban bau busuk dan lalat banyak.

” Sampai kapan kami harus mengeluh,apakah harus kami laporkan ke Gubsu dan Presiden,baru beres,” Ujar Nasution sambil pamit dari Redaksi dan memberikan foto terkini (Isk)

Admin : Iskandar hasibuan

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Tumpukan Sampah Saja 27 Tahun Nggak Beres, Apalagi Tertibkan PETI di Mandailing Natal, Pasti Percuma & Buang Waktu (2)

    Membicarakan PETI( Pertambangan Emas Tanpa Izin) sama artinya membicarakan ribuan jiwa warga di Mandailing Natal, yang menggantungkan hidupnya di Petambangan Emas tersebut. Padahal, kita tau bersama bahwa Surat Bupati, sudah…

    Read more

    Continue reading
    Gubernur Mahyeldi Raih Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN

    JATINANGOR(Malintangpos Online): Kepemimpinan Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah kembali memperoleh pengakuan di tingkat nasional. Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) menganugerahkan Kartika Pamong Praja Madya kepada Gubernur Mahyeldi sebagai bentuk…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses