Warga Mendesak Kades Hutapadang UP Diperiksa Polisi

ULU PUNGKUT( Malintangpos Online): ” Bukan Satu Jalan ke Roma, ” Pribahasa itulah yang dipegang sejumlah warga Desa Hutapadang UP Kec. Ulu Pungkut Kab. Madina,yang mendatangi Kantor Malintang Pos, Kamis(23-4) pukul 14.30 Wib yang didampingi sejumlah LSM.

” Hari ini kami yg kedua kalinya ke Kantor Malintang Pos, dugaan kami antara Kades dan Redaksi sudah damai, makanya kami datang mendesak agar Kades diperiksa polisi, ” ujar Sek. LSM. Genta Madina Chandra Siregar, Kamis(23-4) sebagai jurubicara warga untuk mengadukan Kepala Desa.

Kata Chandara, pengaduan kami kemana – mana ngak ada ditanggapi, beritanya juga ngak muncul lagi, atau Kades sudah damai dengan Malintang Pos, sebab berita ngk naik lagi.

” Kades Simangambat TB, Kades Gunungtua Jae, Kades Pintu Padang Jae sudah diberhentikan, Kades kami melenggang kangkung, padahal dugaan korupsi banyak juga, ” ujar Chandra kepada Redaksi mengawali pertemuan di kantor Malintang Pos.

Sebenarnya, kasus DD Hutapadang UP sudah layak kades diperiksa, tapi sepertinya polisi, jaksa dan inspektorat bungkam dan membisu.

Sebelumnya, warga sudah ke Malintang Pos, mengadukan Kades yang dinilai warga telah melakukan ” Korupsi”

” Ngeri kali permainan Kades, ” Kalimat itulah yang terlontar dari ucapan warga Desa Hutapadang UP Kec. Ulu Pungkut, Kab. Madina, karena Kades dan Sekretaris Desa diduga telah mengkorupsi Dana Desa selama ini.

” Melalui surat tanggal 13 Maret 2020 telah menyurati Bupati Madina, agar jangan dulu mencairkan DD tahun 2020, sebab ada konplik terkait penggunaan DD tahun 2019,” ujar warga yang mengantar surat ke Redaksi Malintang Pos Group, Senin(16-3) sore.

Kata warga, pembangunan Pos Kamling Rp 22.400.000,- di RAB, realisasinya dilapangan tidak ada, dana pengajian Rp 7.200.000.- juga tidak ada realisasi.

Selain itu, upah langsir material Rp 35.190.000.- tapi yang melangsir material tukang langsung, bukan diupahkan.

Kata dia lagi, upsh bongkar biaya kayu manis Rp 45.000.000.- tapi nyatanya Rp 450.000.-

Disebutkannya, yg ngak masuk akal sehat kita Harga Bola Kaki Rp 784.000.- kenyataannya Rp 150.000.- kostum sepakbola 11 stel, yang ada hanya 1 stel.

Masih kata warga,  alat pembasmi hama, senjata Air Gun dan Air Softgun Rp 41.000.500.- untuk apa senjata di anggarkan dari DD. Serta fisiknya juga anggarannya terkesan Mark Up.

Harapan warga, agar segera Kapolres Madina memanggil kades, sekdes dan bendahara kades untuk mempertanggung jawabkan DD tahun 2019.

Kepala Desa Hutapadang UP maupun Camat Ulu Pungkut yg mau dikonfitmasi hingga Senin(16-3) belum berhasil(red)

Admin ” iskandar hasibuan”

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.