Warga Mengadu ke Bupati Madina(2), Proyek Fisik Mark Up, Dana BUMDes “Suntik Mati “

Pos Jaga Malam Dusun Tomuan Desa Beringin Jaya Dana Desa Tahun 2019/Aris Moenandar

PENGADUAN  Masyarakat terkait pelaksanaan Dana Desa(DD) di seluruh wilayah desa yang ada di Kabupaten Mandailing Natal, setiap harinya menjadi bahan perbincangan dan Viral di Media Sosial(Medsos)maupun dingding Facebook, tetapi sekalipun laporan/pengaduan yang disampaikan mempunyai bukti-bukti yang autentik, tetapi belum satu desa atau satu Kepala Desa(Kades) yang berhasil dijeploskan ke dalam penjara.

            Seperti pengaduan warga Desa Gunungtua Jae ke Polres Mandailing Natal, setelah sebelumnya warga Desa Beringin Jaya juga telah melaporkan Kepala Desa mereka, saat ini warga Gunungtua Jae langsung melaporkan Kepala Desa ke Polisi, karena tidak tertutup kemungkinan masyarakat sudah tidak percaya lagi terhadap Bupati Mandailing Natal, yang sebelumnya masyarakat lainnya seperti warga dan BPD Beringin Jaya mengadukan Kades nya ke Bupati, tapi hingga awal Februari 2020 sekarang ini belum ada tindakan yang memihak kepada masyarakat yang melaporkan.

            Padahal, pihak Inspektorat Mandailing Natal, juga telah berkali-kali didatangi oleh masyarakat melaporkannya, tetapi lagi-lagi semua pengaduan masyarakat menjadi bahan tertawaan Kepala Desa(Kades) dan terkesan Kades yang dilaporkan ada yang melindungi, karena itulah mungkin masyarakat sekarang langsung mengadukannya ke Polisi, agar mendapat tindakan yang sesuai dengan harapan masyarakat.

Warga Gunungtua Jae Jumpai Bupati Madina/Jefry Brata Lubis

Informasi yang dihimpun Penulis, baik langsung ke desa-desa maupun laporan masyarakat ke Inspektorat, Kejaksaan hingga ke Kejatisu di Medan, bahwa dari sekitar 404 Desa/Kelurahan di Kabupaten Mandailing Natal, baik Dana Desa(DD) maupun Dana Kelurahan(DK) mayoritas proyek fisiknya kurang berkualitas, walaupun anggarannya benar-benar di Mark Up, sebab sudah banyak proyek fisik yang rusak sebelum waktunya.

            Sementara itu, program BUMDes yang seyogianya diharapkan untuk menggali PAD Desa diseluruh desa yang sudah mem programkan BUMDes, mayoritas anggaran BUMDes menjadi istilah bagi masyarakat “Suntik Mati” oleh Kepala Desa maupun BPD setiap desa yang telah mengalokasikan anggaran BUMDes, selalu ditambah anggarannya dan tetap tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan, karena itulah dikatakan masyarakat “BUMDes Suntik Mati” hampir seluruh desa yang telah mengalokasikan anggaran seperti itu ( Bersambung Terus)

 

 

 

Admin : Iskandar

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.