Wartawan Bukan Untuk Dijadikan Musuh Ataupun Lawan(1)

MEMBACA Status Facebook Adik saya Ridwan Lubis yang juga Ketua PWI Kabupaten Mandailing Natal di Akun Facebooknya, terkait penyerahan buku ” Risalah Media” Kepada Bupati Madina Drs.H.Dahlan Hasan Nasution dan Tokoh masyarakat H. Ismai Hakim Lubis (H. Atas) langsung saya ucapkan terimakasih kepada penulis dan yang menyerahkan.

Kenapa..? Saya salah satu dari ratusan Wartawan yang ada di Mandailing Natal, langsung ” Meneteskan Air Mata ” setelah melihat dan membaca Fostingan adik saya Ridwan Lubis di Akun Facebook nya, sekalipun isi buku tersebut belum saya baca dan tau isinya apa.

Karena dalam hatiku ” Alhamdulillah, masih ada orang yang peduli kepada Wartawan dan Media ” Sebab selama ini banyak pejabat atau katakan saja masyarakat yang menjadikan Wartawan dan Media sebagai ” Musuh ” disebabkan berbagai hal yang melatar belakanginya, sehingga Wartawan di Mandailing Natal ” Sering ” dikatagorikan sebagai ” Lawan ” itu saya yang merasakan, lain lagi Wartawan yang lainnya.

Padahal, untuk kita ketahui bersama, bahwa Wartawan itu adalah orang yang tugasnya mencari, mengumpulkan, memilih, mengelola berita, dan menyajikannya dengan cepat kepada masyarat yang lebih luas melalui media massa, media cetak, dan elektronik.

Yang bisa disebut wartawan adalah reporter, editor, juru foto berita, juru kamera berita, editor audiovisual dan redaktur.

Yang saya ketahui, Menurut undang undang nomor 40 tahun 1999 Pengertian wartawan adalah profesi yang secara teratur melakukan sebuah kegiatan jurnalistik mulai dari mencari, memperoleh, memiliki, mengolah, menyimpan dan menyampaikan informasi kepada perusahaan pers atau kantor berita untuk dipublikasikan atau disiarkan kepada semua masyarakat umum, tujuannya agar mereka dapat memperoleh informasi yang benar, tepat, akurat dan objektif dan tidak ada tercantum Wartawan harus dijadikan musuh dan lawan.

Padahal, kita ambil contoh, saat ini tahun politik, semua Bacalon Bupati dan Wakil Bupati Mandailing Natal, sudah mengundang Wartawan, untuk menyampaikan maksud dan tujuannya ikut di pilkada, agar diketahui oleh madyarakat di 404 Desa/Kelurahan di 23 Kecamatan, ada melalui Online dan juga koran, sehingga Viral.

Coba, jika Wartawan tidak ada, pasti di Bacalon ” Tunggang Langgang ” menyampaikan kepada masyarakat, apalagi masyarakat sekarang lebih tertarik dari berita yang dibuat Wartawan, ketimbang melalyu Tim Sukses si Bacalon Bupati/Wakil Bupati Madina, tapi sampai sekarang, semuanya dibutuhkan jika ada kepentingan yang mendesak si Paslon, ini baru contoh kecil(Bersambung Terus)

Admin : iskandar hasibuan

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.