Wawancara Dengan Ketua DPC.PDIP(1), Polisi Harus Turun,Proyek DD di Madina Mark Up

Redaksi Yth :

                Sulitnya mendapatkan informasi dari pihak pengawas DD, Wartawan Malintang Pos Nanda Sukirno dan Suaib Nasution, melakukan Wawancara dengan Ketua DPC.PDIP Madina Iskandar Hasibuan, terkait Dana Desa dari tahun 2015-2019 dan berikut ini Laporannya dibuat secara bersambung, terima kasih.

DD Tahun 2018 untuk Kecamatan Bukit Malintang Lolos dari Inspektorat

Program DD yang merupakan Nawacita Joko Widodo, bagaimana anda melihatnya dilapangan..?

  • Ha ha ha ha ha, jujur ia, banyak tokoh –tokoh kita selalu menyalahkan Presiden RI Ir.Joko Widodo, apalagi menjelang Pilpres, tapi nyatanya saya banyak menerima surat pengaduan dari warga, justuru banyak Kades di daerah kita sesuka hatinya membuat program anggaran DD, tanpa mengkaji lebih jauh, untung dan ruginya proyek itu dibangun.
  • Maksud Presiden bukan seperti yang sekarang, tetapi bagaimana membangkitkan ekonomi rakyat di desa desa yang selama puluhan tahun tidak pernah mendapat anggaran pembangunan, misalnya membangun jalan ke sentera produksi, kalau selama ini masyarakat membawa hasil pertanian dari lokasi sawah/kebunnya dipanggul, biar cepat bangun jalan agar bisa naik Honda atau Mobil, tentu ada peningkatan.

Pembangunan Rabat Beton di desa-desa itu salah..?

  • Bukan salah, plus dan minusnya dikaji, apa keuntungan jika dibangun, apa kerugian jika tidak dibangun, saya pikir rabat beton yang kita lihat sekarang, hanyalah program akal-akalan Kepala Desa (Kades), sebab selain anggarannya besar, manfaatnya hanya kalau dulu warga jika musim hujan kena lumpur, sekarang mungkin lumpurnya ngak kena warga lagi, sebab sudah dibuat jalan semen, untungnya apa..? ngak ada jika untuk peningkatan ekonomi rakyat.

Iskandar Hasibuan

Berarti DD di Madina semua Mark Up setiap paket proyek…?

  • Bukan Mark Up semua, ahlinya atau Tim Tehniknya kan ada, coba aja jujur Tim Tehniknya kepada warga, anggaran Rabat Beton itukan ada RAB dan apa-apa yang diperuntukkan dalam pembuatannya ada, apakah dipergunakan sesuai dengan RAB, saya pikir dari 28 desa, paling ada tiga(3) desa yang melaksanakan, selebihnya suka-suka Kades, sebab BPD setiap desa ngak memahami pula, coba BPD nya memahami, akan baik hasilnya.
  • Ayo kita buka atau kita bedah anggaran DD satu desa di Madina, mana desa yang paling bagus membangun fisik, baik Rabat maupun Gedung, drainase ataupun dek, kita lihat RAB nya, apakah dibuat sesuai RAB, saya jamin Kades akan mengatakan “ RAB Rahazia “ makanya kita minta Polisi turun langsung, jangan ditutupi. (Bersambung Terus Tiap Waktu)

 

Liputan : Nanda/Suaib Nst

Admin  : Siti Putriani Lubis

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.