Yang Tersurat dari Kunker Presiden RI(1), Warga Madina Harus Ambil Hikmah Kedatangan Presiden

Pelajar dan masyarakat ketika sedang menunggu kedatangan Presiden RI ke- 7 di sekitar Mesjid Agung Nur Ala Nur, Jumat(24-3) sore

MASYARAKAT  Kabupaten Mandailing Natal secara jujur kita harus mengakui dari lubuk hati yang paling dalam bahwa kunjungan Presiden RI Ir.Joko Widodo bersama Nyonya serta sejumlah Menteri ke Bumi Gordang Sambilan Jumat 24 Maret dan Sabtu 25 Maret 2017,ada masyarakat yang pesimis dan sangat banyak yang Optimis akan ada perkembangan pembangunan dimasa mendatang ini.

            Karena itu, sekalipun ada yang pro dan kontra terhadap kedatangan Ir.Joko Widodo sebagai Presiden RI ke- 7 ke Mandailing Natal, hendaknya seluruh masyarakat Mandailing Natal, harus mengambil Himah dari kedatangan orang nomor satu di Republik ini, sebab secara nyata walaupun kecil Nampak sudah perobahan seperti peningkatan jalan walaupun sudah sedikit, sebab selama ini sudah banyak yang teriak-teriak, tetapi pihak Provinsi Sumatera Utara lebih lama menutup telinganya.

            Contoh perbaikan jalan Nasional kita buat sampelnya memang terasa gelid an lucu, tapi itu bukti nyata jika seorang Presiden datang ke Daerah Tingkat II seperti Kabupaten Mandailing Natal adalah suatu anugrah yang harus kita akui bersama, sebab selama ini masyarakat kita yang berasal dari Mandailing Natal cukup banyak yang berkiprah secara Nasional, namun belum mampu menghadirkan sekaliber Presiden dan oleh pihak JBMI akhirnya bertindak sebagai pelopor menghadirkan Presiden RI ke- 7 ke Mandailing Natal, tentu kita harus mengucapkan terima kasih.

Bupati Madina Drs.H.Dahlan Hasan Nasution jalan bersama dengan Presiden menuju kamar penginapan Presiden di Rindang Hotel Dalan Lidang Panyabungan.

Kok Berterima Kasih..? Jujur kita harus mengakuinya bahwa banyak Putra berasal dari Mandailing Natal, selalu kita tokohkan, namun nyatanya yang namanya kehadiran Presiden itu hanya isapan jempol selama ini dan Penulis bukan mau menuduh putra-putri asal Madina yang ada di Perantauan yang tidak mampu, hanya sebagai bahan argumentasi dalam tulisan ini tetap kita acung jempol kepada JBMI sebagai pihak yang paling berperan dalam menghadirkan Presiden ke daerah kita.

            Ketika Penulis membincangkan kehadiran Presiden RI ke-7 di Kota Panyabungan, Jumat malam(24-03) banyak yang mengatakan Apakah Kehadiran Presiden RI dan Menteri hanya sebatas meletakkan Batu Pertama Pembangunan Asrama Putri Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru…? Tentu tidak, kita sebagai masyarakat mungkin belum memahami makna dari kehadirannya, apakah hiruk-pikuk dari kondisi politik sekarang ini,apakah karena persoalan Pilkada DKI, apakah karena Penistaan Agama atau memang ada agenda khusus lainnya, tapi catatan sejarah telah tertulis bahwa Ir.Joko Widodo telah menginjakkan kakinya di Bumi Gordang Sambilan dan bahkan menginap di Hotel Rindang Dalan Lidang Panyabungan,Jumat malam(24-03).

            Dari rangkaian bincang-bincang Penulis dengan berbagai elemen masyarakat dan bahkan pelajar setingkat SMA/SMK diberbagai tempat ketika warga Mandailing Natal,menyambut kedatangan Presiden dan rombongan, sangat banyak warga yang mengatakan bahwa Ir.Joko Widodo sebagai Presiden RI ke-7 tidak seperti yang dikembangkan sebahagian masyarakat isunya selama ini, sebab sejarah Mandailing mengakui dari 7 Presiden RI sudah tiga orang Presiden RI yang menginjakkan kakinya di Mandailing natal, antara lain Ir.Soekarno pernah datang ke Kotanopan dan menginap di Mes Pesanggrahan, Hj.Megawati Soekarnoputri semasa Bupati Madina H.Amru Daulay.SH dimana Presiden ke 5 tersebut meresmikan beberapa proyek yang ada di Mandailing Natal diantaranya Pasar Baru Panyabungan dan ketika adalah Ir.Joko Widodo datang 24-25 Maret 2017 menginap di Hotel Rindang Dalan Lidang Panyabungan.

Presiden RI ke- 7 dikerumuni warga dibawa pengawalan ketat Paspampres ketika dijalan menuju penginapan,Jumat(24-3)sore.

Pelajar SMK di Panyabungan Zuraidah Nasution khusus kepada Malintang Pos, mengaku kagum kepada Presiden RI ke- 7 Ir.Joko Widodo, alasannya adalah seoarang pemimpin wajarlah seperti Jokowi itu, jauh-jauh datang dari Jakarta dalam kondisi lelah dan capek sampai rela bersalaman dengan masyarakat dan pelajar.

            “ Kalau saja pejabat yang ada di Mandailing Natal, mau seperti sikap Presiden RI sekarang ini, yakinlah mengisi pembangunan di daerah kita akan berjalan dengan sukses, sebab selama ini isu-isu yang berkembang di Kota Panyabungan khususnya Presiden kita ini hanya sukanya blusukan, saya yakin dalam waktu tahun 2017 ini aka nada gebrakan pembangunan dibuatnya di Mandailing Natal,” ujar Zuraidah Nasution sambil menunjukkan buku yang diberikan Presiden kepadanya.(Bersambung).

Admin : Dina Sukandar Hasibuan.A.Md

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.