
MANDAILING NATAL(Malintangpos Online): Pemilik Ekscavator, ZNT Diduga Keras Terlibat merusak Hutan di Batas Mandailing Natal ( Madina)- Tapanuli Selatan (Tapsel) untuk mengambil Bongkahan Emas secara serampangan.
” Karena itu, Aparat Kepolisian, baik Polres Tapsel, Polres Madina dan Polda Sumatera Utara atau APH ( Aparat Penegak Hukum) diminta warga segera turun tangan ke lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin,” ujar sejumlah warga di Daerah Itu kepada sejumlah Wartawan, Sabtu(01/08) pagi.
Memang, akhir – akhir ini praktik Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan perbatasan Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) kembali menuai sorotan tajam.
Kenapa..? Sosok berinisial ZNT kini menjadi perbincangan hangat menyusul kian kuatnya dugaan keterlibatannya dalam pengoperasian alat berat jenis Ekskavator di lokasi tambang ilegal tersebut.
Meskipun ZNT sempat berupaya menepis tuduhan saat dikonfirmasi via telepon WhatsApp pada Jumat (31/7/2026) dengan bahasa daerah, “Maipasombu ma ipar, na palabei” (meminta agar persoalan disudahi), alibi tersebut ditolak mentah-mentah oleh warga daerah itu.

Ali Syahbana Harahap, tokoh warga Mandailing Natal, menegaskan bahwa klaim penghentian aktivitas tersebut hanyalah dalih semata untuk mengelabui masyarakat dan Aparat Penegak Hukum.
”Bohong itu berhenti. Menurut pengamatan kami, alat berat itu hingga kini masih beroperasi mengeruk kawasan perbatasan,” ujar Ali Syahbana, saat bertemu Wartawan dilokasi tersebut.
Kata dia, Aktivitas PETI yang melibatkan Ekskavator secara masif ini dinilai tidak hanya merusak bentang alam perbatasan Tapsel–Madina, tetapi juga mengangkangi hukum.
” Masyarakat setempat kini mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk tidak tinggal diam dan segera memproses hukum siapa pun aktor intelektual maupun pemilik modal di balik kejahatan lingkungan tersebut,” katanya.

Kapolres Madina, AKBP. Bagus Priyandi.S.IK.M.SI yang dikonfirmasi, Via WhatsApp nya, hingga berita ini ditayangkan belum memberikan jawaban ( Rel/Isk)
Admin : Iskandar Hasibuan.








