7 Tahun Anggaran Dana Desa di Mandailing Natal (1)

Dana Desa Hutabangun Jae Tahun 2021/ Nanda Soekirno

MENJUMLAHKAN Anggaran yang telah di gelontorkan Pemerintah di setiap desa yang ada di Republik ini, tentu jumlahnya sudah ” Ngeri ” sekali setiap desa, termasuk di 377 Desa yang ada di Kabupaten Mandailing Natal.

Katakan saja Rp 600.000.000/ desa ( contoh) berarti sudah Rp 4.200.000.000,- suatu jumlah yang ” Mustahil ” setiap desa sudah pasti ada perubahan yang signifikan, tapi nyatanya silakan lihat sendiri ke desa – desa yang bisa kita lihat langsung agar tidak menimbulkan fitnah di tengah masyarakat Mandailing Natal.

Dana Desa Adianjior Tahun 2020/ Risky Hamonangan

Kenapa begitu..? Bukankah Presiden RI Ir.Joko Widodo pernah bilang ” Membangun Indonesia Dari Desa/Pinggiran ” lalu kenapa kita tidak ” Membangunnya ” tanya sendiri hatimu bagi warga yang dipercayakan membangunnya.

Contoh, bukan mau menyalahkan Kades dan BPD Desa Adianjior Kecamatan Panyabungan ” Pembangun Jalan Usaha Tani Rabat Beton ” Rp 105.095.000,- tahun 2020 yang lalu, apakah benar – benar anggarannya sudah sesuai, hanya Kades dan BPD yang bisa menjawabnya, apakah dia bohong atau tidak.

 

Dana Desa Adianjior/ Risky Hamonangan

Serta, anggaran Dana Desa Tahun 2020 sebesar Rp 105.095.000,- tersebut apa ada manfaatnya bagi masyarakat petani disepanjang jalan tersebut, baru jawabnya hanya petani yang ada di sepanjang jalan itu yang mampu menjawabnya.

Begitu juga dengan pembangunan Jembatan di Desa Adianjior Rp 140.244.000,- sudah sesuaikah dengan gambar, apakah Inspektorat jujur telah mengawasi, apakah tidak terlalu besar anggarannya, juga hanya Kades yang mampu menjawab dan Inspektorat, kalau warga menilai anggaran kedua proyek ” Luar Biasa ” besarnya, tapi itu telah terlaksana.

Bagaimana dengan proyek Dana Desa Hutabangun Jae di Kecamatan Bukit Malintang..? Apakah tidak terlalu besar, kenapa Plang proyek tidak ada, apa sudah ada perubahan di desa itu..?

Jawabnya, tentu terpulang kepada Kepala Desa Hutabangun Jae yang bisa memberikan jawaban, kalau warga dan pengamat pembanguman menilai anggarannya terlalu besar sekali ( Bersambung Terus)

 

Admin : Iskandar Hasibuan.

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Marsialapari: Ketika Tradisi Gotong Royong Tetap Relevan di Era Modern

    Ada hal-hal yang berubah begitu cepat dalam kehidupan kita. Cara bekerja berubah,cara berkomunikasi berubah, bahkan cara orang saling membantu pun perlahan mengalami perubahan. Dulu, ketika pekerjaan di sawah cukup berat…

    Read more

    Continue reading
    Merasa Dibodohi Kepala Desa, Warga Harapkan Bupati Madina Panggil Empat Kades di Siulangaling Untuk Klarifikasi

    SIULANGALING(Malintangpos Online): Empat Kepala Desa diwilayah Siulangaling ( Desa Ranto Panjang, Desa Lubuk Kapundung, Desa Lubuk Kapundung II dan Desa Hutarimbaru ) Kecamatan Muara Batang Gadis, melalui Surat Nomor :…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses