Pasca Press Liris Pembunuhan Anggota Paskibra Kec.Natal, Warga Pantai Barat, Aktivis Hukum, LSM Sesalka Sikap Polres Mandailing Natal

Tokoh Pemuda Natal, Peri Eka Putra

PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Menyikapi hasil Press Liris Polres Madina, terhadap kasus pembunuhan Diva Febriani Siswa SMA N 1 Natal juga sekaligus Anggota Paskibra Kec. Natal, sejumlah Aktivis Hukum.Putra Pantai Barat, LSM dan Mahasiswa, menyesalkan sikap Polisi yang tidak membuat Pasal Pembunuhan Berencana terhap YN.

” Sebagai warga yang tinggal di Kecamatan Natal dan pernah sekampung dengan korban merasa tidak tepat jika polisi menyimpulkan bahwa kasus ini tidak berencana,” Ujar Tokoh Pemuda Natal, Peri Eka Putra, Selasa malam(5/8) Via WhatsApp ke Group WhatsApp SMSI Mandailing Natal.

Menurut Peri, Ada beberapa hal yang menurut kita menjadi alasan kuat ini berencana.
1. Pelaku tidak melancarkan kejahatannya ditempat pertama Mereke berjumpa. Atau pelaku justru membawa korban ketempat sunyi untuk memuluskan aksinya.

2. Jika motifnya murni adalah rampok adalah konyol. Sebab korban dan pelaku saling kenal bahkan merupakan tetangga dekat. Jika tujuan rampok apa lagi hanya soal hutang kredit HP itu sangat tidak masuk akal.

3. Hasil otopsi korban mengalami luka akibat Sajam beberapa titik di leher dan kepala. Menandakan pelaku sudah ada persiapan.

Tidak saja soal berencana atau tidak. Keterangan pelaku juga harus divalidasi dengan bukti dengan saksi yang kuat.

Pelaku mengatakan bahwa upaya rudal paksa dilakukan pelaku saat korban pingsan.

Tapi bukti seperti pakaian sampai celana dalam terlihat seperti ada upaya paksa dari pelaku.

Berarti ada perlawan dari korban yang berarti korban masih hidup.

Selanjutnya korban dikubur dengan kepala diatas dan mulut korban disumpal dengan tanah yang menandakan bahwa korban kemungkinan besar masih dalam keadaan hidup ketika dikubur pelaku.

Bukan hanya itu. Ada beberapa orang yang juga perlu diperiksa sebagai saksi seperti orang yang di ajaknya menjemput motor pelaku ke tempat pertemuan awal pelaku dan korban.Dari SP1 ke SMK N 1 Natal. Dimana korban pertama kali bertemu pelaku.

Berikutnya keluarga pelaku. Sebab diawal mula pelaku dinyatakan kabur, pelaku tidak mengunakan kendaraan sementara dipengejaran pada hari kamis malam pelaku sudah menggunakan motor.

Berarti ada yang berupaya membantu pelaku untuk melarikan diri dengan mengantar sepeda motor. Tentu hal itu juga perlu di konfirmasi..

” Kita mengajak semua elemen untuk turut mengawal kasus ini demi keadilan dan kemanusiaan,” ujar Peri.

Khususnya para tokoh yang dari Pantai Barat dimanapun berada. Kekejaman pelaku terhadap korban harus dihukum dengan seadil-adilnya,ujarnya( Rel).

 

admin ; Iskandar Hasibuan.

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Bupati Apresiasi Milad ke-45 BKMT Sumut Dilaksanakan di Mandailing Natal

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online):Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution,SH.MM, mengapresiasi pelaksanaan peringatan Hari Lahir (Milad) Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) ke-45 Provinsi Sumatera Utara yang dilaksanakan di kabupaten ini. Acara monumental…

    Read more

    Continue reading
    Bupati Madina Terima Kunjungan Kerja Bupati Pasaman Barat

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution menerima kunjungan kerja Bupati Pasaman Barat, Sumatera Barat, Yulianto dan rombongan di Rumah Dinas Bupati, Desa Parbangunan, Panyabungan, pada Selasa, 27…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses