Polres Madina Telusuri Pemilik Ekscavator Yang Dibakar Massa di Jambur Tarutung Kec.Kotanopan

Kasat Reskrim Polres Madina, Try Boy Alvin.Siahaan/ist

PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Terkait Keberadaan tiga(3) Unit Ekscavator yang di bakar massa diduga beroperasi untuk aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Jambur Tarutung, Kelurahan Pasar Kotanopan, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), kini menjadi bagian penting dalam penyidikan kasus tersebut.

Polres Madina memastikan kasus pembakaran yang terjadi pada Minggu dinihari, 4 Oktober 2026, telah naik ke tahap penyidikan.

Saat ini Polisi sedang memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap perkara sekaligus mendalami pihak-pihak yang berkaitan dengan keberadaan ketiga Ekskavator yang dibakar massa.

Kasat Reskrim Polres Madina, AKP Tri Boy Alvin Siahaan, mengatakan penyidikan masih berjalan.

“Saat ini sudah masuk tahap penyidikan dan berproses sambil berjalan memintai keterangan saksi-saksi, serta mengumpulkan barang bukti” kata Tri Boy kepada wartawan, Selasa (27/10).

Ketiga ekskavator tersebut diduga digunakan untuk mendukung aktivitas Tambang Emas Ilegal.

Keberadaannya memicu keresahan warga, terutama karena lokasi operasional alat berat disebut berada tidak jauh dari masjid dan fasilitas umum.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kemarahan warga diduga memuncak setelah aktivitas alat berat itu disebut melampaui batas lahan yang sebelumnya disepakati.

Peringatan agar alat berat tidak beroperasi di dekat masjid juga disebut telah disampaikan warga, namun aktivitas tersebut diduga tetap berlanjut.

“Di lokasi ini ada masjid. Sudah lama diperingatkan agar jangan beroperasi di dekatnya karena dikhawatirkan berdampak terhadap bangunan masjid. Tapi alat berat masih terus beroperasi, sehingga warga marah,” ujar sumber di lokasi kepada Wartawan.

Penyidikan polisi menjadi sorotan, aparat juga mendalami siapa pemilik ketiga Ekskavator, siapa yang mengendalikan operasionalnya, serta siapa pihak yang diduga menjalankan aktivitas pertambangan ilegal tersebut(AH/Isk/Dita)

Admin : Iskandar Hasibuan.

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Siap Tarung di Gelanggang, Mulya Harisandi Sambung Estafet Kaderisasi KNPI Madina

    Kripis Pemuda | Gugus Literasi Mandailing Epicentrum Semarak Musda KNPI Mandailing Natal (Madina) semakin terasa. Satu lagi nama muncul dalam bursa calon Ketua KNPI Madina: Mulya Harisandi, kader yang membawa…

    Read more

    Continue reading
    Mantan Anggota DPRD, Desak Menteri ESDM Cabut Kontrak Karya PT.SM, 28 Tahun Telantarkan 66.200 Hektare Lahan di Mandailing Natal

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Saya sebagai mantan Anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal priode 2009-2014, sangat mendukung ultimatum keras yang disampaikan Ketua DPRD Madina, H. Erwin Efendi Lubis,SH, pada RDP( Rapat Dengar Pendapat)…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses