Pemerhati Covid -19 : Kenapa Satgas Lamban Mencegah Covid -19 di Kab.Madina

PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Pemerhati Covid -19 Kab. Madina Lucy. Nst,mengutarakan kenapa Satgas dan Pemda sangat lamban melakukan pencegahan terhadap Virus Corona yang mana sudah 62 orang Positif sampai 23 September 2020.

Seharusnya, Satgas, Dinas Kesehatan, Satpol PP dan jajaran Pemda Madina, gencar melakukan pencegahan, agar tidak semakin banyak yang terpapar Covid -19.

Hal itu disampaikan Lucy Nst Via Masengernya kepada Redaksi Malintangpos Online, Rabu sore(23/9) sekitar kondisi Mandailing Natal sekitar Covid -19.

Kata Lucy Nasution, dia adalah warga Mandailing Natal yang kasihan melihat kondisi masyarakat sekarang ini, kalau yang kaya yang kena Covid -19 masih bisa bertahan, tapi jika yang miskin yang kena bagaimana..?  Ini yang saya prihatin

Bayangkan jika yang miskin terpapar Covid -19, kasihan kan, memang ada sepupuku yang kena Covid -19, tapi mereka bisa berobat ke luar kota, karena itu saya mendesak Malintang Pos membuat berita yang objektif tentang Virus Corona di Mandailing Natal.

Kata dia, dirinya tidak pernah bicara politik, kandidat KDH, tidak maksud menghujat Pemda, tapi harusnya semua pihak cepat melakukan pencegahan agar korban Covid -19 tidak semakin banyak di daerah kita.

” Saya melihat Pemerintah Mandailing Natal, lamban sekali melakukan pencegahan, malah ada yang ramai-ramai cari dukungan, bukan mencegah Covid -19,” ujar Lucy Nst( isk)

Admin : Iskandar hasibuan

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Pencairan DD Tahap I 2026 Diduga Ada Potongan, Kadis PMD Madina : Tidak Benar, Itu Fitnah

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Dugaan praktik pemotongan dana dalam proses pencairan Dana Desa (DD) tahap I tahun 2026 kembali mencuat di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Isu ini mencuat setelah adanya pengakuan…

    Read more

    Continue reading
    Topan Obaja Putra Ginting Diduga Diberi Fasilitas Kepala Rutan Kamar Ber AC di Rutan Kelas 1 A Medan

    MEDAN(Malintangpos Online): Aliansi Aktivis Kota (AKTA) menyoroti keras dugaan adanya fasilitas khusus yang diberikan kepada terdakwa kasus korupsi senilai Rp 231,8 miliar, Topan Obaja Putra Ginting, selama menjalani masa penahanan…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses