Anggota DPRD : Bimtek Kades Ajang Cari Duit Buat Pemda Madina

Anggota DPRD Madina Asmaruddin Nasution/ Dita Risky

PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Amggota DPRD Madina Asmaruddin Nasution, menduga acara Bimtek Kepala Desa yang dilaksanakan di Kota Parapat adalah ajang cari duit buat Pemda Madina C/Q.Dinas PMD.

Alasannya..?  kita sudah ingatkan Pemerintah Madina waktu itu ada Sekda, Kadis PMD agar jangan dilaksanakan dulu, karena saat ini Virus Corona sudah mulai ada yang positif di daerah kita, tapi mereka tetap laksanakan.

” Dugaan saya, Pemda Madina mendapat keuntungan dari Bimtek  Yang dilaksanakan di Kota Parapat,” Ujar anggota DPRD Madina Amsaruddin Nasution, Senin(7/9) di Panyabungan.

Kata Asmaruddin, Kades 377 x 4 orang/Desa dan bayar Rp 5.000.000.-/ orang sekali bimtek, jumlah uang yang tersedot dari Dana Desa se Kab. Madina sebesar Rp 7.540.000.000.-

Coba, ujar Asmaruddin, dana Rp 7.540.000.000.- di belanja di Madina, tentu sudah berapa warga yang tertolong, baik pemilik hotel, pedagang makanan, rumah makan, serta lainnya.

Karena itu, kata Asmar, kita dari DPRD sudah ingatkan jangan dulu dilaksanakan Bimtek, tapi Dinas PMD maupun Bupati membolehkan, karena itu saya katakan Pemda Madina C/Q. Dinas PMD mendapat keuntungan dari Bimtek Kepala Desa.

” Inikan masa pandemi, kenapa dibuat, tentu kita curiga ada bagian dari Dinas PMD dalam acara ini, ” Ujar Asmaruddin Nasution lagi(Dita/Isk)

Admin : iskandar hasibuan.

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Pasca Libur Lebaran, Bupati Madina Sidak Pelayanan di RSUD Panyabungan

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Hari pertama masuk kerja pasca libur Idul Fitri 1447 Hijriah, Bupati Mandailing Natal (Madina) Saipullah Nasution melakukan peninjauan pelayanan publik di RSUD Panyabungan, Rabu (25/3/2026). Dalam kunjungan tersebut,…

    Read more

    Continue reading
    Disiplin Masyarakat Disorot, Publik Pertanyakan Konsistensi H. Saipullah Nasution dalam Tata Kelola ASN

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Pernyataan H. Saipullah Nasution yang menilai masyarakat kurang disiplin dalam pembukaan tradisi Lubuk Larangan di Mandailing Natal, menuai sorotan dari kalangan mahasiswa. Aktivis mahasiswa Mandailing Natal, Rio Wahyudi,…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses