Antisipasi ” Kasus GGA di Madina ” Tanggung Jawab Bersama

PERSOALAN Gagal Ginjal Akut (GGA) yang saat ini lagi ” Viral ” di perbincangkan di tengah – tengah maayarakat Kabupaten Mandailing Natal, bukanlah tanggung jawab pemerintah saja, tetapi adalah merupakan tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat.

Bagaimana Caranya.? Bukan kah Bupati dan Kadis Kesehatan Mandailing Natal, sudah mengeluarkan Surat Edaran( SE) atapun himbauan, tentu pihak yang ditujukan dalam surat harus ikut langsung terlibat untuk mengantisifasinya.

Misalnya, Plt.Kadis Kesehatan, Asisten, Satpol PP, Polisi – TNI, Camat sudah Menghimbau langsung ke Apotik,Toko Obat, Klinik, Tempat Peraktek dokter atau perawat agar jangan lagi menjual Paracetamol Sirup, atau sejenisnya.

Dan dokter atau Perawat di Klinik jangan menggunakan Sirup kepada Pasiennya, kalaupun di pakai, harus se izin dokter yang akan mengobati pasiennya dan inilah bentuk kerja sama tersebut.

Apalagi, kita di Mandailing Natal, sudah mengetahui Paracetamol Sirup, bisa membuat GGA ( Gagal Ginjal Akut) bagi anak kecil, maunya jangan digunakan lagi untul bahan mengobati.

Sebab, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, sudah melakukan berbagai tindakan untuk menangani kasus Gagal Ginjal Akut (GGA) pada anak di Sumatera Utara.

Tindakan itu antara lain mengimbau seluruh kabupaten/kota di Sumut agar segera memberi perhatian khusus dan melakukan tindakan penanganan.

Sebab, kasus gagal ginjal akut informasinya sudah ada 11 di Sumut, antara lain tujuh di Rumah Sakit Adam Malik dan empat di rumah sakit lain di Kota Medan.

Dari jumlah tersebut, enam kasus meninggal dan satu selamat,” Ujar Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut Ilyas Sitorus di Medan, Selasa (18/10/2022) yang lalu

Untuk penanganan kasus GGA tersebut, menurut Ilyas, Pemprov Sumut sudah melakukan berbagai tindakan.

Di antaranya, sudah membuat Surat Edaran kepada 33 kabupaten/kota, agar Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota berkoodinasi dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL), Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) dan instansi lainnya, agar melakukan kewaspadaan dini.

“Diharapkan juga kabupaten/kota melakukan edukasi kepada semua lapisan masyarakat terkait apa-apa saja tanda-tanda dari GGA tersebut, agar tidak terlambat penanganannya, antara lain, tidak bisa buang air kecil atau sedikit dan sulit,” jelasnya.

Selain itu, katanya, Dinas Kesehatan Provinsi Sumut juga akan melakukan penyelidikan epidemiologi ke rumah sakit dan ke masyarakat, wilayah tempat tinggal si pasien tersebut.

Dinas Kesehatan Sumut menganjurkan juga kepada Dinkes kabupaten/kota, agar melakukan surveilance dan penyelidikan epidemiologi masyarakat.

“Imbauan Pak Gubernur Sumut Edy Rahmayadi agar jika ada anak yang sakit, segera bawa ke fasilitas pelayanan kesehatan, agar mendapat pelayanan medis secepatnya,” ucap Ilyas.

Disampaikan juga, kasus gangguan ginjal akut tidak hanya terjadi di Sumut, melainkan ditemukan di provinsi lain, bahkan di sejumlah negara di dunia.

Di Indonesia, dilaporkan 155 kasus kumulatif di 18 provinsi, peningkatan sejak Juli sampai September, dan tertinggi di September 2022 dengan jumlah kasus 78 orang dan paling banyak pada usia 1-5 tahun sebanyak 75 org dari total kasus 155 org.

Penderita kebanyakan usia 0-18 tahun (mayoritas balita), memiliki gejala demam atau infeksi lain.

Didiagnosis gangguan ginjal akut yang belum diketahui etiologinya, tidak mengalami kelainan ginjal sebelumnya atau penyakit ginjal kronik. Pada penderita, didapatkan tanda hiperinflamasi dan hiperkoagulasi.

Selain itu, ada kejadian awal 16 Oktober 2022 ada kasus kematian 70 orang anak di Gambia, diduga dari obat yang mengandung diethylene glycol dan ethylene glycol.

Dari 19 kasus Gambia, diperiksa PCR dan Metagenomik, tidak ditemukan patogen penyebab yang spesifik.

Patogen yang paling banyak ditemukan dari 19 kasus tersebut adalah Human Parainfluenza Virus ( HPIV) 31,6 %, Adenovirus 15,8 %, Influenza A 15,8 %. Metagenomik squenzing ditemukan 40 % bakteri Leptospira santorasai( Bersambung Terus)

 

Admin : Dita Risky Saputri.SKM.

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.