Bisakah Daerah Kab. Madina Menjadi Daerah Food Estate..?

Pjs. Bupati Madina Ir.H.Dahler Lubis dan 3 Anggota DPRD Sumut asal Kab. Madina meninjai pertanian di Desa Runding/Aswar Pulungan.

SEPERTI di kutif dari DetikNews, bahwa Food Estate merupakan konsep pengembangan produksi pangan yang dilakukan secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan, bahkan peternakan yang berada di suatu kawasan lahan yang sangat luas.

Hasil dari pengembangan Food Estate bisa menjadi pasokan ketahanan pangan nasional dan jika berlebih bisa dilakukan ekspor.

Pemerintah berencana akan mengimplementasikan konsep Food Estate ini khususnya di daerah luar jawa.
Pemerintah telah menjadikan program Food Estate menjadi program 100 hari untuk menyelesaikan peraturan perundangan dalam mengatur tentang Food Estate.
Hal yang akan diatur dalam regulasi food estate antara lain soal luas maksimum lahan, jangka waktu usaha, penggunaan subsidi bagi pelaku usaha, ketentuan fasilitas kredit, saham maksimum yang bisa dimiliki asing, dan lainya.
Masih di kutif dari DetikNews, Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurti menyatakan bahwa daerah untuk Food Estate diutamakan berada di luar Jawa karena lahan masih tersedia cukup luas.
Diarahkan supaya tidak ada konflik di antara para pelaku usaha, dan dengan lainnya terutama para petani, karena nanti kalau petani yang cuma punya lahan 0,5 hektar berhadapan dengan pengusaha yang punya 10 ribu hektar kan tidak fair, sehingga petani harus dilindungi.
Pjs. Bupati Madina dengan warga Desa Hutanamale/Dita Risky Saputri, SKM

Karena itu, setelah melakukan kunjungan Pjs.Bupati Madina Ir.H.Dahler Lubis, baik ke Desa Runding Kec. Panyabungan Barat dengan sejumlah anggota DPRD Sumut beberapa waktu yang lalu.

Serta, Minggu 08 November 2020, Pjs. Bupati Madina juga melakukan penanaman kentang di areal pertanian Desa Hitanamale Kec. Puncak Sorik Merapi, serta membantu petani bibit Bawang Merah untuk luas lahan 20.000 Hektare, serta Bibit Cabe akan diserahkan Pjs. Bupati kepada petani di Desa Hitanamale.
Topi Putih, Pjs. Bupati Madina menanam Kentang di Desa Hutanamale

Bisakah Daerah Madina menjadi daerah Food Estate, seperti daerah Kabupaten Humbang Hasundutan yang baru-baru ini dilihat Presiden RI Ir. Joko Widodo..? Tentu jawabnya jika Pemerintah dan DPRD serius mencari solusinya, akan bisa dijadikan daerah kita daerah Food Estate, serta sebaliknya jika pemerintah dan DPRD hanya berkata ” Akan ” maka sampai kapanpun daerah kita akan tertinggal dibidang pertanian( Bersambung Terus)

Admin : iskandar hasibuan.

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Gedung SDN 029 Lumban Dolok Kec.Siabu Kupak -Kapik Dibiarkan Bupati Mandailing Natal

    LUMBAN DOLOK(Malintangpos Online): Memprihatinkan Kondisi Gedung SD Negeri 029 Lumban Dolok Kecamatan Siabu, yang kupak – kapik dibiarkan oleh Bupati dan DPRD Mandailing Natal. ” Pengakuan Orangtua siswa, Permohonan untuk…

    Read more

    Continue reading
    Direktur : ‎Tidak Ada Pungli. Pegawai RSUD Husni Thamrin Natal Keluhkan Dugaan Pungli Saat Proses Pencairan THR

    NATAL(Malintangpos Online): Sejumlah pegawai Aparatus Sipil Negara (ASN) di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Husni Thamrin Natal mengeluhkan adanya dugaan pungutan Liar (Pungli) yang disebut sebagai “uang administrasi” saat…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses