Bupati dan DPRD Paluta Jangan ” Bungkam ” Lihat Dong Warganya

JAKARTA(Malintangpos Online): Aktivis Sosial asal Kabupaten Padang Lawas Utara Rudy Faliskhan,Harahap,S.Sos, menyesalkan sikap Bupati dan DPRD yang membiarkan warga demo ke Mapolres Tapanuli Selatan untuk membebaskan warga Kec.Batang Onang yang di tahan polisi.

Kenapa..? “Harusnya DPRD dan Bupati Paluta bijak, panggil dong pengusaha Galian C, masalah yang berat itu apa, apakah Pengusaha tersebut punya Izin, saya yakin tidak ada izin resmi,” Ujar Rudy Faliskhan,Harahap.

Hal itu disampaikan Aktivis Sosial asal Kabupaten Padang Lawas Utara Rudy Faluskhan Harahap,S.Sos kepada Wartawan, Sabtu malam(3/7) di Jatibaru Tanah Abang Jakarta Pusat.

Masalah Galian C tersebut pasti sudah lama, memang yang keluarkan izin itu Provinsi Sumut, tapi DPRD dan Bupati Paluta janganlah bungkam, jemput itu warganya ke P.Sidimpuan.

” Warganya kok dibiarkan demo ke P.Sidimpuan dan maunya kasus Galian C diselesaikan di Psluta,” katanya.

Hingga Sabtu malam(3/7), sesuai informasi dari Wartawan P.Sidimpuan Sabar Sitompul, bahwa Ratusan massa yang mendatangi Mapolres Tapsel mulai dari Orangtua, pemuda, remaja dan anak-anak serta balita di Jalan SM.Raja Padangsidimpuan, Sabtu, 3 Juli 2021.

Diketahui, massa ini berdatangan berkumpul sekitar pukul 12.00 Wib di simpang Jalan Baru By Pass Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua Kota Padangsidimpuan. Massa yang melakukan Long March sejauh 5 Km berjalan kaki dan berhenti di Mako Polres Tapanuli Selatan.

Kedatangan massa yang begitu ramai sontak membuat warga Sidimpuan di sekitar lokasi kaget.

” Ada apa ini kenapa ada ramai-ramai, sidimpuan Zona Merah Covid, Sidimpuan Zona Merah, ” sempat terucap dari warga sidimpuan yang ada dilokasi.

Sementara di markas Polres Tapanuli Selatan terlihat dipasangi kawat berduri kemungkinan dijadikan sebagai pelindung dan pengaman warga yang berkerumun.

Sesampai di depan Mapolres Tapsel Massa terus berteriak ” Bebaskan Warga Kami, adili seadil-adilnya H.Paraduan Siregar yang merugikan warga Kami,” Kata warga bersahutan.

Maksud kedatangan warga kecamatan Batang onang agar kepolisian yang menahan warga sebanyak 14 orang warga di tangguhkan.

Amatan wartawan massa sempat istirahat makan-minum dijalan dan sebagian lagi menyebar ke berbagai pelataran toko dan warung yang ada di sekitar karena Kota Padangsidimpuan diguyur hujan.

Terkait Aksi ratusan massa itu Kapolres Padangsidimpuan, AKBP Juliani Prihartini, Sik.MH langsung menemui massa dan mencoba melakukan mediasi secara persuasif agar tetap tertib dan tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes).

“Kami berharap kepada para Saudara saudara sekalian agar tetap mematuhi Prokes. Saat ini di Kota Padangsidimpuan terus mengalami peningkatan yang terpapar covid 19. Apa yang menjadi tuntutan dari bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian akan kita bicarakan dengan dengan kapolres tapsel ” ujar Juli.

Warga menuju Mapolres Tapsel/ Sabar Sitompul

Saat ini Warga dari empat desa di kecamatan Batang onang, kabupaten Paluta berangsur angsur membubarkan diri setelah mendapat penjelasan dari Kapolres tapsel AKBP roman dan mereka berharap agar warga mereka yang ditangkap segera dibebaskan.

” Tuntutan kami hanya itu saja bebaskan warga kami yang 14 orang, ” ujar salah seorang demostran, ibu rumah tangga ditengah Aksi.

Saat ditanya persoalannya, pihak warga keberatan atas aktifitas galian C yang sudah merusak areal persawahan mereka.

Ricuh, disela-sela orasi 3 orang oknum aktivis dan mahasiswa diamankan pihak kepolisian, belum jelas apa motif ketiganya diamankan pihak Polres Tapsel.

Hingga pukul 18:14 Wib massa mulai membubarkan diri setelah mendengarkan Hasil mediasi yang disampaikan langsung Kapolres Tapsel AKBP Roman Smaradhana Elhaj(Nina/SMS/Doni)

Liputan : Jakarta / P.Sidimpuan

Admin   : Iskandar Hasibuan.

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.