Bupati/Wakil Bupati Madina Harus ” Fokus ” Urus Program Dana Desa

ANGGARAN Sekitar kurang -lebih Rp 29 Milyar Dana Desa (DD) di 377 Desa se- Kabupaten Mandailing Natal, seharusnya Bupati/Wakil Bupati Mandailing Natal, HM.Jafar Sukhairi Nasution/Atika Azmi Utammi Nasution jika sudah dilantik harusnya Fokus mengurus/ mengawasi program setiap desa agar anggaran APBN tersebut bisa membangun desa sesuai harapan Presiyden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.

Kenapa rupanya..? Karena sejak tahun 2015 -2021 yang namanya Dana Desa (DD) justuru ” Dibiarkan ” pemerintah, sehinggaran DD yang paling kecil Rp 500 juta lebih setiap desa di tahun 2021 ini justuru menjadi momok ditengah -tengah masyarakat, karena nyaris pengawasan dari Pemerintah tidak berjalan dengan baik selama ini.

Mumpung Sukhairi -Atika belum Dilantik, ada baiknya apakah Bupati atau Wakil Bupati Madina Terpilih melakukan ” Roadshow ” untuk melihat dan mengetahui dari dekat program Dana Desa (DD) selama 6 tahun anggaran apa yang telah merubah keadaan desa setiap tahunnya.

Apalagi kita tau betul selama ini pembinaan yang dibuat Pemerintah Mandailing Natal selama ini ” KURANG ” dan terkesan ” Dibiarkan ” tanpa pengawasan dan pembinaan yang seperti di daerah lainnya di desa yang ada di Sumatera Utara.

Karena itu, sejumlah elemen yang diajak Penulis bincang – bincang soal 100 Hari Kerja Bupati/Wakil Bupati Mandailing Natal salah satunya yang diharapkan masyarakat adalah pengelolaan Dana Desa(DD) yang nyaris ” Amburadul ” selama ini.

Contoh, pengadaan Buku disetiap desa,kita lihat saja Pengadaan Buku tahun 2019 yang lalu boleh dikatakan ” TIDAK BERES ” karena masih ada desa -desa yang belum menerima Buku yang telah masuk proyek Dana Desa (DD) di tahun 2019 lalu dan Inspektorat terkesan Bungkam dan Membisu.

Kok bisa..? Coba Bupati/Wakil Bupati Madina terpilih menelusuri dan memanggil Camat dan Kades yang ada di Kecamatan Kotanopan dan Kec.Natal, minta Bukti Buku, program siapa dan siapa dibelakang pengadaan Buku di tahun 2019 yang lalu.

Begiti juga dengan kegiatan Bimtek, program siapa dan kenapa Kades ” Ketakutan ” jika tidak mengikuti, sudah apa manfaat Bimtek kepada masyarakat desa, kenapa membuat SPJ dan RAPBDes Kades sampai di tahun 2021 ini masih saja ” MENGUPAHKAN ” kepada pihak lain, bukankah di Desa semua punya tugas masing – masing, entahlah, hanya Kepala Desa yang mampu menjawabnya ( Bersambung Terus)

 

Admin : Iskandar Hasibuan.

 

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.