Catatan Iskandar Hasibuan (1), Dana Desa” Dikorupsi” Kades di Madina Belum Ada Tersangka

Iskandar Hasibuan

BESARNYA  dana desa yang dialokasikan ke setiap desa di seluruh Indonesia, termasuk ratusan desa di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, membuka celah bagi kepala desa untuk melakukan korupsi. Uang yang seharusnya digunakan untuk membangun infrastruktur dan mensejahterakan warganya, mereka gunakan untuk kepentingan pribadi.

Uniknya, sekalipun nyata-nyata anggaran Dana Desa(DD) telah dikorupsi oleh Kepala Desa(Kades) dari tahun ke-tahun, tetapi sampai Januari 2020 sekarang, baik Kejaksaan, Polisi belum ada yang menjadikan Kepala Desa (Kades) sebagai tersangka, walaupun benar-benar Kades telah terbukti menyalahgunakan anggaran Dana Desa(DD) sesuai dengan laporan warga desa setempat di Mandailing Natal.

“ Tidak sesuai dengan prosedur penggunaan dana desa sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 26 UU Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa, tapi oleh aparat penegak hukum dan khususnya pengawas dari Inspektorat di Mandailing Natal, belum mampu membuktikan kesalahan yang dilakukan oleh Kepala Desa(Kades), akibatnya, masyarakat sudah ngak percaya lagi kepada Inspektorat dalam melakukan pengawasan,” sebut Ketua LSM.Merpati Putih Tabagsel Khairunnisyah dalam suatu perbincangan dengan sejumlah Wartawan di Kota Panyabungan.

Contoh, kasus pengaduan masyarakat Dusun Tomuan Desa Beringin Jaya, justuru Inspektorat Mandailing Natal, ngotot memeriksa masyarakat yang mengadukan Kades, inikan lawak-lawak namanya yang dilakukan Inspektorat Mandailing Natal, karena warga juga sudah langsung ke Bupati Madina Drs.H.Dahlan Hasan Nasution dirumah dinasnya.

Bayangkan, jika masyarakat sudah sampai mengadu ke Bupati Madina Drs.H.Dahlan Hasan Nasution terkait dengan Kades Beringin Jaya, yang diduga masyarakat telah menyalahgunakan Dana Desa(DD), lalu ngak ada hasilnya, kemana lagi masyarakat mengadu..? jadi bingung awak sebagai pihak yang terus-terusan mengawasi pengelolaan Dana Desa.

“ Hallo Pimred Malintang Pos Group, sudahlah yang memberitakan Dana Desa, bertahun-tahun itu saja berita, ngak ada hasilnya, mata dan telinga pengawas Dana Desa itu sudah rusak, yang mereka lihat mungkin gambar uang kertas Rp 100.000,- bukan lagi mau mengawasi,” Kalimat itulah dikirim pemilik WhatsApp Nomor 0821343533XX ke Redaksi Malintang Pos Group ( Bersambung Terus)

 

 

 

Admin : dina

Komentar

Komentar Anda

Related Posts

Sampah Menimbulkan Bau Busuk di Jalan Keliling Pasar Kotanopan

KOTANOPAN(Malintangpos Online): Warga yang bermukim disekitar Jalan Keliling Pasar Kotanopan Kel.Kotanopan Kecamatan Kotanopan Kabupaten Mandailing Natal,maupun warga yang lewat, Mengeluh dan Resah disebabkan tumpukan Sampah yang sudah menimbulkan bau Busuk.…

Read more

Continue reading
Proyek Jalan Lingkungan Ke Desa Jambur Baru Kec.Batang Natal Belum Lepas Asset

PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Pemkab Madina, Ruly Andriady, ST ,memastikan bahwa proyek pembangunan jalan lingkungan Ke Desa Jambur Baru, Kecamatan Batang Natal, yang dibangun dari…

Read more

Continue reading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses