CATATAN KONSTRUKTIF PPP MADINA: REFLEKSI SATU TAHUN PEMERINTAHAN SUKA (SUKHAIRI-ATIKA) (2)

……… Oleh: Irwansyaah Lubis, SH
(Ketua DPC PPP Kab. Madina)…………

MASYARAKAT Mandailing Natal, sudah membaca tulisan Edisi (1) dan berikut ini sambungannya.

Dari perjalanan satu tahun pemerintahan SUKA belum begitu terlihat arah dan semangat menuju akselerasi/percepatan pembangunan.

Belum terlihat gebrakan maupun pelaksanaan program prioritas dan strategis seperti yang telah direncanakan dalam Visi dan Misinya.

Pemenuhan terhadap janji-janji kampanyenyapun serasa masih jauh dari harapan.

Sehingga pelaksanaan kegiatan Pemda dalam setahun ini masih lebih banyak berkutat dalam hal rutinitas sehingga gerak dan semangatnya belum begitu mengarah bagi percepatan peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Madina.

Rencana-rencana program prioritas untuk menunjang terwujudnya ketujuh Misi Pasangan SUKA atau pitu poda/sapta cipta belum begitu jelas terlihat.

Seperti pelaksanaan reformasi birokrasi dan good governance masih jauh dari harapan sebagai upaya dalam perwujudan misi

“Meningkatkan Efektifitas dan Transparansi Tata Kelola Pemerintahan Sehingga Terwujud Kepemimpinan yang Meritokratif”.

Padahal efektifitas dan tranparansi ini sangat penting dilakukan di awal-awal periode pemerintahan ini, sebagai sebuah komitmen awal untuk terbentuknya pemerintahan yang baik (good goverment).

Apalagi untuk dapat mewujudkan kepemimpinan yang meritokratif sesuai dengan bidang dan keahlian masing-masing pejabat.

Namun faktanya apa yang kita lihat selama setahun ini, tata kelola pemerintahan masih terlihat belum termanajemen dengan baik, pengelolan tenaga honorer yang terkesan amburadul, issu santernya dugaan “bandrol” dan jual beli jabatan, belum defenitifnya para pimpinan OPD, para kepala OPD masih didominasi PLT

Serta, lelang jabatan eselon belum juga terlaksana padahal lelang adalah salah satu upaya untuk mewujudkan kepemimpinan yang meritokratif yang seharusnya dapat mengeliminir pendekatan yang transaksional, jual beli jabatan dan pendekatan subjektif lainnya.

Upaya perwujudan misi “Meningkatkan Ekonomi di Bidang Agrikultur, Industri dan Pariwisata Berlandaskan Kearifan
Lokal Sehingga Terwujud Kebijakan yang Inklusif dan Berkelanjutan” saya tidak begitu melihat program yang berarti dalam menyokong perwujudan misi ini, infrastruktur penunjang, pupuk subsidi, pembinaan dan penyuluhan pertanian masih kurang maksimal.

Apalagi jika dikaitkan dengan janji kampanye SUKA yang daoat menaikkan harga jual kopi sampai 400 ribu perkilogram dan pengadaan kapal tangkap nelayan. Begitupun juga dengan pembinaan UMKM, industri dan parawisata yang selalu didengung-dengungkan.

Begitu juga dengan program yang menunjang terlaksananya Misi dalam “Meningkatkan Fasilitas Umum Termasuk lnfrastruktur Jalan Raya, Jalan Desa, Balai Kecamatan
dan Pusat Olahraga”.

Tidak akan mungkin dapat berjalan dengan maksimal jika hanya mengandalkan APBD kita. Mengingat minimnya postur APBD untuk belanja modal pembangunan jalan, jembatan dan irigasi.

Untuk tahun ini saja hanya sekitar 81,5 Milyar. Tak akan banyak infrastruktur yang terbangun kalau hanya mengandalkan dana ini, perlu dilakukan gebrakan dan kreatifitas pemerintahan daerah untuk melakukan lobby dan bersinergi baik ke pemerintahan pusat ataupun dengan perusahaan yang ada di daerah.

Misi dalam bidang pendidikan dan SDM, “Meningkatkan Sumber Daya Manusia Melalui Revolusi Belajar-Mengajar dan Pelatihan Sosial Menuju Perubahan dan Konsumtif menjadi Produktif”

Masih berjalan dengan rutinitas yang biasa-biasa saja, belum ada gebrakan baru apalagi yang menunjukkan geliat untuk revolusi seperti dalam misinya.

Dalam bidang kesehatan dan lingkungan hidup juga masih sebatas rutinitas seperti sebelum-sebelumnya.

Padahal dalam debat publik pasangan ini berjanji untuk perbaikan pelayanan kesehatan bahkan akan membuat pelayanan elektronik dengan e-registrasi. Belum terlihat akselerasi dalam pogram penunjang perwujudan misi

“Memperbaiki Gaya Hidup dan Kualitas Lingkungan serta Meningkatkan Literasi Kesehatan Menuju Mandailing Natal Sehat lnsannya Bersih Alamnya”.

Dalam bidang budaya, program dan kegiatan untuk menunjang misi

“Memperkokoh Budaya Mandailing Natal Melalui Penambahan Mata Pelajaran, Kuliner dan Event Tahunan” juga masih berjalan biasa-biasa saja.(Bersambung Terus)

 

Admin : Dita Risky Saputri.SKM.

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.