Dana Desa ” Dikorupsi ” Kades, Tidak Perlu Dikembalikan

MEDAN(Malintangpos Online): Aktivis Hukum dan Mahasiswa asal Kabupaten Mandailing Natal, mendesak Kepala Inspektorat, untuk menagih uang Dana Desa(DD) yang diduga telah disalahgunakan sejumlah Kades

” Sekitar Rp 541.433.170,72. Yang diduga disalahgunakan Kades Simangambat Kec. Tambangan, sehingga Kades diberhentikan oleh Bupati Madina,” Ujar Aktivis Hukum asal Kab. Madina Zarinah Nasution, SH,  Rabu(29/7)  di Medan.

Saya pernah baca di Media Online, bahwa Asisten Pemkab Mandailing Natal Alamulhag pernah menyampaikan, semua tahapan pemeriksaan terhadap aduan masyarakat sudah selesai.

Setelah itu BPD bersama masyarakat membuat surat permohonan pemberhentian Kepala Desa ditujukan kepada bupati atas dasar temuan LHP Inspektorat, ditandatangani Bupati Madina no:700/0693/Insp/2020 dengan total temuan tersebut Rp 541.433.170,72.

“Temuan pada anggaran DD tahun 2018/2019, dimana kepala desa wajib mengembalikan temuan atas kerugian negara itu paling lama 60 hari kedepan, jika tidak akan berujung pada peroses hukum,” ucapnya Zarina mengulangi keterangan Asisten Pemda Madina itu

Buktinya, sampai sekarang ini Kades – Kades yg telah ” Menggrogoti ” Dana Desa dan telah diberhentikan, belun mengembalikan Dana Desa tersebut

” ini LHP Inspektorat dan Keterangan Asisten I Pemda Madina Alamulhag Daulay tersebut harusnya di eksekusi, agar tidak menimbulkan fitnah bagi Plt. Kades, ” ujarnya( Dita)

Foto : Takesi

Admin : dita risky

 

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    SERI 4 DARI 6 — TAK BECUS URUS SAMPAH, PEMKAB MADINA SUDAH HARUS MENYERAH!

    MADINA TAK BERDAYA DI HADAPAN SAMPAH Kripis Lingkungan || Gugus Literasi Mandailing Epicentrum Setelah dapat perintah dan sanksi dari Pusat, mengapa Madina Tak Mampu Benahi TPA? Ada satu kenyataan yang…

    Read more

    Continue reading
    Lab. Tarbiyah, Prodi MPI, dan HMPS MPI STAIN Madina Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir di Desa Gunung Manaon

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana banjir, Laboratorium Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), serta Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) MPI berkolaborasi…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses