Dana Desa Kab.Madina Untuk Tanaman Holtikultura (1)

PEMERINTAH Kabupaten Mandailing Natal di Priode 2021 -2024 ada baiknya melirik 377 Desa yang selama ini boleh dikatakan seperti ” Dibiarkan ” dalam mengelola anggaran APBN yang digulirkan sejak tahun 2015 – 2021 sekarang ini.

Maksudnya..? Kita harus mengakui jujur, khususnya Kepala Desa dan BPD serta aparat desa lainnya sekalipun melakukan Musyawarah Desa(Musydes) tetap tidak mampu menggali potensi desa masing – masing, hanya program ” Latah ” yang dikelola selama ini.

Padahal, jika saja Kepala Desa yang sudah berkali -kali Bimtek dengan Tema yang berbeda – beda , maka tidak ada lagi Kades yang ” Mengupahkan ” pembuatan SPJ maupun APBDes setiap tahunnya.

Misalnya Bimtek BUMDes di PIA Hotel Tapanuli Tengah, seharusnya yang mengikuti pengurus BUMDes,bukan Kades dan Sekretaris Desa, tapi memang program yang sudah ” Salah ” tersebut hasilnya juga akan salah, begitulah seterusnya,sehingga walau sudah berkali -kali Kades dan aparatnya Bimtek tetap saja Kades tidak mampu meningkatkan ekonomi di desanya.

Karena itulah, sejumlah elemen masyarakat di Era Sukhairi -Atika yang akan menjadi Komando di Priode 2021 -2024 ini diharapkan mampu melakukan Pembinaan kepada Kepala Desa dalam mengelola Dana Desa agar ekonomi masyarakat bisa meningkat walau sedikit, tapi yang jelas Madina Era Baru benar ada.

Seperti perbincangan dengan Kadis Pertanian Mandailing Natal Siar.Nasution,SP di ruang kerjanya,Senin pagi (14/6) bahwa pihaknya telah lama membuat peta daerah untuk dijadikan sentera produksi pertanian dengan sumber dananya dari Dana Desa (DD).

Contoh, seluruh Desa di Kecamatan Puncak Sorik Marapi dengan menyisihkan Dana Desa(DD) dibuat Menanam Kentang dan Tomat, Seledri dan diusahakan agar setiap hari ada produk pertanian itu keluar untuk menutupi kebutuhan pasar di Mandailing Natal.

Begitu juga dengan daerah Kecamatan Panyabungan Barat, dengan menyisihkan anggaran Dana Desa diusahakan agar Daun Ubi, Bayam,Sawi, serta sayuran lainnya keluar dari daerah tersebut, sehingga kebutuhan pasar untuk masyarakat tidak lagi dari luar Mandailing Natal seperti selama.

Sedangkan, untuk Kota Panyabungan selain menanam bawang merah, memelihara Ikan Mas dan Lele juga di Panyabungan dengan Dana Desa dibuka lapak – lapak penjual sayur di sepanjang Jalan Lintas Timur Panyabungan,sebagai pasar penampung produk pertanian masyarakat dengan tetap menyisihkan anggaran Dana Desa.

Apa mungkin..? Kenapa tidak, tergantung Bupati/Wakil Bupati Madina priode 2021 -2024, karena tehniknya dari Dinas Peetanian sudah lengkap, anggarannya dari Dana Desa, pengelola dan pekerja adalah urusan Kades dan Pengurus BUMDes, jangan tiap tahun di subsidi anggaran BUNDes dan yang dikelola ” Aek To Aek ” tapi semua tergantung Bupati/Wakil Bupati Mandailing Natal ( Bersambung Terus)

 

Admin : Iskandar Hasibuan.

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.