Dana Desa se – Kab.Madina Jangan Terus Dikelola Dengan Program Yang Salah

PENGGUNAAN Dana Desa (DD) diprioritaskan untuk membiayai pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, peningkatan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan dan dituangkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa.

Nyatanya, untuk 377 Desa yang terdapat di 23 Kecamatan se- Kabupaten Mandailing Natal, sejak tahun 2015-2021 sekarang ” Belum Ada ” Desa yang benar – benar sesuai dengan tujuan awal Pemerintah Republik Indonesia di Bumi Gordang Sambilan.

Kenapa begitu..? Yang jelasnya ” Pembiaran ” dari Bupati/Wakil Bupati Mandailing Natal sehingga program apapun yang dibuat oleh Kades tidak masalah yang pada akhirnya muncul pihak ketiga yang berupaya mempengaruhi dengan memanfaatkan oknum -oknum Penegak Hukum dan secara perlahan Dana Desa di grogoti dengan kegiatan yang tidak menguntungkan bagi desa.

Padahal, tujuan Dana Desa itu, antara lain 1.Membantu mengatasi permasalahan ekonomi di desa, antara lain kemiskinan bisa dikurangi, angka pengangguran bisa diturunkan, laju urbanisasi bisa dihambat dan ketimpangan bisa dipersempit.

Foto hanya pemanis berita

2. Membantu pemberdayaan ekonomi masyarakat desa, membantu pemerataan pembangunan dan hasilnya, membangun infrastruktur dan menciptakan peluang serta lapangan kerja baru

3. Selain menggunakan untuk pembangunan desa, tetapi juga untuk membangun sumber daya manusia (SDM) di desa seperti melaksanakan pembinaan, bimbingan serta pendampingan, dan pemantauan yang lebih tertata dan saling berhubungan.

4. Memperkuat koordinasi, konsolidasi, dan sinergi terhadap pelaksanaan program yang menjadi prioritas pembangunan desa dari tingkat pemerintah pusat, daerah, kecamatan, hingga desa itu sendiri.

5. Membangun infrastruktur dan layanan fasilitas publik serta memberdayakan dan mengembangkan perekonomian yang ada di desa tersebut.

Karena itu, mumpung belum terlambat, atau mumpung Dana Desa belum di Stop, sebaiknya Kades, BPD dan Tokoh Pemuda, serta Tokoh masyarakat duduk bersama, program apa yang bisa Meningkatkan Ekonomi masyarakat desa itu sendiri secara cepat dan berkesinambungan seperti desa -desa di Pulau Jawa.

Misalnya, Dana Desa di alokasikan untuk Tanaman Holtikultura atau Pertanian lainnya, karena tidak ada kata terlambat, seperti kita lihat daerah lain yg mensuplai sayur -sayuran ke Mandailing Natal.

Contoh, kenapa cabe dari Siborong -Borong, kenapa Kol dan Kentang dari Tapanuli Utara, Kenapa Nenas dari Sipahutar, kenapa Pisang dari luar Madina, kenapa Ikan Mas dari Sumbar, serta kenapa produk makanan ringan dikuasai Sumbar dan termasuk Kopi di hampir semua Kedai Kopi adalah milik Sumatera Barat sampai sekarang.

Memang, ketika Kades di kritik banyak yang ” Uring -Uringan ” apalagi ketika Kadis PMD dan Bupati di protes, bukannya belajar dari kegagalan, tapi justuru menyalahkan orang yang mengkritik.

Selain itu, banyak masyarakat menaruh harapan kepada Sukhairi -Atika di priode 2021 -2024 Akan mampu merobah kesalahan dalam mengelola Dana Desa selama ini,Amin.

Admin : Iskandar Hasibuan.

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.