Demam Berdarah Harus Menjadi Perhatian Masyarakat Mandailing Natal ( 2)

MASYARAKAT Kabupaten Mandailing Natal, sebaiknya jangan Mengabaikan soal Penyakit Demam Berdarah(DBD) yang saat ini mulai ” Merebak ” di Kota Panyabungan, sesuai data yang diperoleh disejumlah Rumah Sakit.

Serta, masyarakat jangan sampai menyalahkan langsung Pemerintah Mandailing Natal, tetapi ayo kita bersama – sama untuk Memberantas Penyakit Demam Berdarah, sebelum Mewabah di daerah kita ini.

Untuk kita ketahui bersama, Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Mandailing Natal, dilaporkan melandai.

Tercatat di bulan Desember tahun 2023 ada sebanyak 21 kasus DBD ditemukan dan selama priode november hingga akhir tahun diketahui 2 orang pasien meninggal dunia akibat penyakit tersebut

Kepala Dinas Kesehatan Madina dr. Faisal Situmorang mengatakan di priode Desember 2023 tercatat 21 kasus DBD di Kabupaten Madina ditemukan.

Kemudian dari jumlah pasien tersebut tinggal 4 orang lagi yang masih menjalani perwatan di RSU Panyabungan.

Dalam kasus DBD ini ada dua orang yang meninggal dunia karena memang kondisi pasien itu dari awal di rumah sakit sudah memburuk dan dinyatakan terjangkit DBD.

Terus dari perkembangan kasus ini dibandingkan dengan dipriode sebelumnya atau dibulan tertentu untuk kenaikan jumlah kasusnya tentunya saat ini masih batas landai

”  terus dipantau serta tidak terjadi peningkatan kasus sangat tinggi sembari tetap melakukan surve leb terhadap penyakit ini juga perkembangannya pun dilaporkan ke Provinsi hingga ke Pusat, ” katanya ketika ditanyai di ruang kerjanya pada Rabu (3/1/2024) kemaren.

Faisal juga menyampaikan sembari telah melakukan pengawasan untuk pencegahan terjadinya kasus DBD di Kabupaten Madina, pihaknya juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan pribadi serta kesehatan lingkungan lewat metode 3M Plus agar terhindar dari penyakit tersebut.

“Maksud 3 M itu menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air dan memanfaatkan benda-benda dan Plus nya dalam artinya itu memakai kelambu hendak tidur dan sebagainya,”

Dan termasuk juga langkah yang telah dibuat dengan memakai Foging, walaupun sebenarnya yang paling bermakna untuk pencegahan penyakit itu adalah menjaga kebersihan lingkungan sehingga nyamuk aedis itu tidak berkembang.

” Untuk soal alat Foging DBD ini sedikitnya 10 sampai 15 alat yang dibutuhkan untuk mencakup wilayah Mandailing Natal, ” Ujar dr. Faisal.

Adapun gejala awal terjangkit penyakit DBD tersebut dijelaskan Dr. Faisal disebabkan oleh virus Dengue, yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan tentunya dapat menyebabkan kematian.

“Kemudian untuk khas gejalanya apabila pasien itu demam tinggi selama dua sampai 7 hari, lalu ada khas yangy timbul adalah bercak bintik bintik merah, buang air besarnya pun berdarah dan terasa nyeri pada ulu hati, sampai si pasien merasa lemas atau gelisah, “ungkapnya

Lebih lanjut dia sampaikan bahwa perkembangan kasus penyakit DBD di Kabupaten Madina, pihaknya juga telah melaporkannya kepada Bupati Madina serta Wakil Bupati Madina dalam rapat yang dilakukan beberapa waktu lalu.

Dimana hasil rapat tersebut bahwa untuk tetap mewaspadai penyakit DBD tersebut paling tidaknya selama melewati masa musim penghujan saat ini.

“Serta secara bersama-sama untuk mengurangi fektor itu berkembang dan bisa cepat mengantisipasi apabila ada masyarakat ditemukan memiliki gejala penyakit seperti itu dan harus segera ke Puskesmas untuk ditangani atau pun mendatangi petugas kesehatan untuk bilamana diperlukan rujukan ke rumah sakit,” ungkapnya.( Bersambung Terus)

Liputan : Hasmar

Admin : Iskandar Hasibuan

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.