Eskavator Bebas “Merusak” DAS Batang Natal

Pimpinan Malintang Pos Group Iskandar Hasibuan, SE akhirnya mengeluarkan Surat Tugas No : 175/MP/ST/VIII/ 2020 untuk menugaskan Tiga(3) Wartawan melakukan Liputan dan Investigasi dan membuat berita setiap harinya, agar Gubsu dan Kapolda Sumut, segera turun tangan melakukan penertiban ataupun pembinaan bagi pemilik Eskavator diwilayah sekitar DAS(Daerah Aliran Sungai)  Batang Natal.

Eskavator BEBAS Merusak lingkungan disekitar DAS serta Perkebunan masyarakat karena Penambang telah membeli lokasi/lahan, serta antara Pemilik lahan dan pemilik Eskavator kongsi, serta mungkin ada ” Upeti ” ada bagi pihak – pihak aparat keamanan dan lainnya, mungkin ia, karena ratusan Eskavator sesuka operatornya merusak lingkungan di daerah itu.

Kenapa Bebas..? Yang mampu menjawabnya secara benar adalah aparat keamanan, kalau masyarakat yang Menjawab nanti akan muncul fitnah.

Coba kita perhatikan baik-baik semua Eskavator yang beroperasi di sekitar DAS maupun hutan kebun di daerah Kecamatan Batang Natal, mungkinkah Kades, Camat, Kapolsek di daerah itu tidak melihat alat – alat tersebut, atau pura – pura tidak melihat atau mengetahuinya..? (Bersambung Terus)

Admin : Iskandar Hasibuan.

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Subsidi Bocor, Rakyat Boncos: Siapa Penikmat Subsidi BBM..?

    *** Oleh : Ludfan Nasution, Koordinasi Mandailing Epicentrum.*** Ada sesuatu yang terasa janggal dalam cara kita membicarakan subsidi BBM. Ketika pemerintah menemukan bahwa masyarakat mampu ikut menikmati Pertalite, kita segera…

    Read more

    Continue reading
    Stop Satgas PETI Tanpa Legalisasi Tambang Rakyat

    *** 0leh : Ludfan Nasution — Koordinator Mandailing Epicentrum *** Satgas Penanganan Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Mandailing Natal kini tampaknya telah memasuki tahap baru. Setelah serangkaian rapat dan…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses