Fraksi Gerindra DPR-RI Desak Penegak Hukum Tindak Tegas ” Pelaku Penganiayaan” Santri di Madina

PADANGSIDIMPUAN(Malintangpos Online): Anggota Fraksi Gerindra DPR-RI, Gus Irawan Pasaribu angkat bicara terkait aksi penganiayaan yang dilakukan oknum Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIB Natal, Derman Gultom terhadap seorang santri di Musthafawiyah Purba Baru, Mandailing Natal, Sumatera Utara.

Ketua DPD Partai Gerindra Sumut itu mendesak penegak hukum bertindak tegas sesuai dengan aturan berlaku.“Saya mengecam tindakan yang dilakukan pelaku ini. Bahkan saya meminta kepada penegak hukum menindak pelaku sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegasnya saat diwawancarai LENSAKINI, Kamis (23/9) siang kemaren.

Dikatakannya, tindakan yang dilakukan pelaku merupakan tindakan yang tidak terpuji dengan langsung melakukan penganiayaan terhadap korban.

Pasalnya, menurut Gus, jika seandainya korban melakukan kesalahan, seharusnya pelaku menegur serta memberikan penjelasan kepada korban tentang kesalahannya tanpa harus melakukan tindakan kasar.

“Saya sangat menyayangkan masih adanya tindakan-tindakan kekerasan terhadap anak dibawah umur. Sebagai orang tua ataupun orang yang lebih dewasa, kita seharusnya menegur atupun menasehati anak-anak atau adik-adik kita yang telah melakukan kesalahan tanpa melakukan pengakukan penganiayan terhadap mereka,” ajaknya( HMN/ Isk)

 

Admin : Iskandar Hasibuan.

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Polres Madina Gelar Patroli KRYD di Wilayah Kota Panyabungan

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap aman dan kondusif, personel Polres Mandailing Natal (Madina) melaksanakan kegiatan Patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) pada Senin…

    Read more

    Continue reading
    Soal Warisan Tidak Selesai, Dua Makam Pasutri di Madina Terpaksa Dibongkar

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Sebuah peristiwa memprihatinkan terjadi di Desa Hutalombang Lubis, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara. Akibat perselisihan harta warisan yang tak kunjung usai, dua makam pasangan suami…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses