Gas Beracun Kado Pahit Menjelang HUT ke-22 Kab.Madina

PANYABUNGAN(Malintangpos Online: Tragedi naas paparan gas beracun H2S di PLTP (Pembangkit Listrik Panas Bumi) Sorik Marapi Unit II yang dikelola PT SMGP (Sorik Marapi Geothermal Power) merupakan tragedi paling kelam dan kado pahit buat Kab. Madina yang sebentar lagi akan merayakan HUT (Hari Ulang Tahun) ke 22

Pasalnya Gas Beracun H2S telah menewaskan 5 orang warga dan puluhan lainnya kritis. Dan hari kelam 25 Januari, harus dijadikan sebagai moment untuk peringatan kemanusiaan atas tragedi kelam yang menyisakan luka dan duka mendalam bagi masyarakat Madina, dan segera diusut tuntas dengan menyeret siapapun pihak.yang terlibat dalam praktek mal operasional PT SMGP ke ranah hukum.

Hal itu disampaikan Ketua LSM Fokrat (Forum Kajian Masyarakat) Kab Madina Aswardi Nasution, S.Pd, bersama Ketua MP3 (Masyarakat Pemantau Parlemen dan Pemerintahan) Kab Madina M. Yahya Rangkuti,SH dan Ketua KLH (Konsorsium Lingkungan Hidup) Samhur Hasibuan, SPd kepada Pers, baru baru ini saat akan persiapan gelar Diskusi Ilmiah dengan tajuk Mempertanyakan Komitmen BB 1 R: Bela Rakyat atau Korporate?

Dijelaskan Aswardi yang alumnus STAIN Mandailing Natal ini bahwa pihaknya sangat mengapresiasi sikap agresif dan cekatan dari Dahlan Hasan Nasution selaku Kepala Daerah pada hari H kejadian sudah langsung turun ke lapangan memimpin proses evakuasi korban, memerintahkan dan menanggunjawabi seluruh biaya perawatan korban di rumah sakit, melakukan kunjungan ke keluarga korban dan memberikan santunan.

Bahkan ratusan pengungsi yang takut paparan gas beracun H2S yang menginap di Masjid Agung Nur Alan Nur langsung ditangani secara baik seorang Dahlan.

“Kita sangat salut dan angkat jempol atas sensitifitas dan kepedulian luar biasa Dahlan Hasan sebagai bentuk komitmen kuat beliau terhadap pembelaan nasib rakyatnya. Sungguh hal mulia dan yang sangat langka, penyikapan pasca bencana langsung ditangani oleh Kepala Daerah. Tapi beliau tenang dan tidak panik atas situasi akut pada hari H tersebut. Bahkan atas leader yang sudah teruji dan terpuji, beliau pro aktif langsung memimpin, mengkoordinasikan dan menyelesaikan semua dengan baik” ujar Aswardi.

Tidak cuman berkutat pada hal penanganan korban dan kondusifitas situasi, kata Aswardi langkah Bupati Madina dinilai sangat terukur dan terarah menyasar penyebab utama kematian warganya.

Publik telah mendengarkan di berbagai media electronik (TV) dan dilansir sejumlah media nasional dan lokal, bahwa pada para hari H pasca kejadian Bupati Madina langsung marah besar, mengecam keras PT SMGP dan meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas atas tragedi kematian 5 warga Kab Madina dan puluhan lainnya kritis dan terpaksa dirawat secara serius disejumlah rumah sakit di Kota Panyabungan.

Sambung Aswardi, di berbagai media Dahlan Hasan Nasution langsung berang dan mengatakan sangat kecewa dengan sikap tidak koperatif PT. SMGP dimana pada Senin (18/01/2021) telah menolak Tim dari Pemerintah Daerah Kabupaten Mandailing Natal yang ditugaskan untuk memeriksa kondisi berbagai pengaduan dari masyarakat terkait limbah dari PT SMGP, namun dengan alasan Izin bukan dari Kabupaten maka Tim dari Dinas yang berkaitan di Tolak.

“Memang benar Izin PT. SMGP itu bukan dari Kabupaten, tetapi ini menyangkut hajat hidup masyarakat Kabupaten Mandailing Natal, terutamanya yang berada disekitar area pengeboran maka perlu untuk di pantau” ungkap Bupati sebagaimana dilansir oleh berbagai media nasional (Harian Waspada, Sindo, Republika dll)

Lanjut Aswardi, publik juga telah melihat dan menyaksikan sendiri ketegasan seorang Bupati yang mengatakan bahwa tidak ada yang boleh main – main dalam hal ini, karna kejadian Gas Beracun sudah tidak manusiawi lagi, dan bupati berencana akan mempolisikan PT SMGP serta meminta aparat untuk untuk benar benar melakukan penegakan, karna berkaitan dengan nyawa rakyat serta mengusut tuntas insiden mematikan itu.
.
“Sepak terjang Bupati dalam langkah penanganan dan statement beliau sangat memukau publik. Hal ini sangat kita apresiasi sebagai bentuk keikhlasan beliau dalam memimpin Madina dan berkorban sepenuhnya untuk membela rakyat” ujar Aswardi Nasution.

Lebih lanjut ujar Aswardi, Yahya dan Samhur, bahwa pihaknya sangat hakkul yakin tentang keseriusan, komitmen serta konsistensi Bupati Madina akan serius memperkarakan secara hukum PT SMGP atas praktek mal operasional yang menewaskan warga.

“Kita sangat mendukung konsistensi Bupati Madina untuk mempidanakan PT SMGP dan mengusut tuntas secara hukum kasus kematian warga Kab Madina ini dengan adil dan transparan” ujar Aswardi yang mantan Ketua Satuan Siswa Pelajar Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila Kab Madina.

Dijelaskan, mereka tak pernah meragukan komitmen Bupati, karena Dahlan Hasan telah diakui kompetensi, kapabelitas dalam segala hal serta tidak pernah neko neko dalam memegang kata dengan kenyataan, apalagi ini menyangkut kemanusiaan dan pembelaan terhadap rakyat

Diuraikan lagi, sebagai bentuk aksi ril dukungan pihaknya kepada Bupati Madina pihaknya berencana akan menyebar puluhan spanduk yang berisikan dukungan masyarakat Madina kepada Bupati untuk mempidanakan PT SMGP serta berencana akan menurunkan ratusan massa melakukan demo dukungan kepada Bupati dan akan mendaulat Dahlan Hasan untuk berada di garda terdepan memimpin masyarakat Madina melawan kesewenangan PT SMGP.

Secara terpisah, Direktur Eksekutif Madina Institute Al Hasan Nasution ketika dihubungi pers via telpon Watsh App mempertanyakan komitmen Bupati untuk mempidanakan PT SMGP, dia menyatakan tidak mau berkomentar terlalu jauh terkait hal ini. “Saya No Coment dalam hal ini. Kita lihat ajalah ritme dan gelombangnya. Wait and See (Tunggu dan Lihat) saja bagaimana komitmen beliau gimana. Saya No Coment ya …” ujarnya tertawa lepas sambil menutup pembicaraan.(Rel)

 

Admin : Iskandar hasibuan

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.