Gugatan Dahlan – Aswin Ditolak MK Seluruhnya

JAKARTA(Malintangpos Online): Pasangan H. Ja’far Sukhairi Nasution dan Atika Azmi Utammi (SUKA) akhirnya ditetapkan sebagai pemenang Pilkada Mandailing Natal (Madina) 2020 setelah majelis hakim Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan pasangan calon (paslon) Dahlan Hasan Nasution serta Aswin (Dahwin).

Sidang pembacaan putusan MK yang berlangsung pada, Kamis (3/6-2021), majelis hakim yang dipimpin Anwar Usman menyebutkan tidak benar termohon, dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) Madina, terbuki berpihak secara sistematis kepada paslon 01: Sukhairi-Atika dalam pelaksanaan PSU.

Dengan demikian, pengesahan rekapitulasi suara yang dilakukan KPU Madina pada 26 April 2021 adalah sah.

“Menolak permohon pemohon untuk seluruhnya, dan pengesahan KPU Madina tentang penetapan rekapitulasi pasca PSU adalah sah,” kata majelis hakim.

Majelis hakim juga memerintahkan KPU Madina menerbitkan keputusan baru terkait hasil Pilkada Madina bahwa pemenang Pilkada Madina 2020 adalah paslon Sukhairi-Atika.

Menurut majelis hakim, penceramatan yang dilakukan KPU Madina adalah tindakan yang sudah benar sesuai ketentuan, apalagi dilakukan dalam rapat koordinasi yang dilakukan semua pihak, termasuk pihak paslon.

Mengenai gugatan pemohon yang menyebutkan hanya 592 undangan yang didistribusikan, menurut majelis tidak benar. Karena yang didistribusikan sesuai jumlah hasil pencermatan yang dilakukan termohon, yaitu 1.216 undangan.

Termohon juga terbukti sudah mengakomodir hak pilih warga yang berhak memberikan hak suara.

“Tidak benar termohon tidak mangokomodir hak suara pemilih pada saat PSU,” kata majelis hakim.

Majelis hakim menyebutkan, tidak benar ada kampanye terselubung di rumah Sukhairi karena tidak ditemukan bukti adanya gambar-gambar atribut kampanye.

Tidak ada penyampaian visi dan misi selaku paslon bupati dan wakil bupati sesuai definisi kampanye dalam perundang-undangan.

Selain itu, tidak ada money politik  dalam kegiatan terkait PSU, karena tidak didukung bukti-bukti yang meyakinkan majelis hakim

Kunjungan ke rambin bentuk kepedulian Sukhairi sebagai wakil bupati, dan diawasi Panwascam Panyabungan Utara.
Dalam kunjungan sekitar 20 menit tidak ada kata-kata atau janji-janji kepada masyarakat.
 “Dalil pemohon ke jembatan gantung tidak masuk kategori kampanye.”
Didepan Kantor KPU Madina/Dokumen

Kampanye di rumah Barheng yang dilakukan Atika seperti disebutkan pemohon, menurut majelis tidak dapat dibuktikan secara hukum.

“Dugaan politik uang yang disangkakan pemohon, tidak dapat dibutkikan secara hukum,” kata majelis hakim.

Bawaslu dan aparat keamanan juga tidak terbukti berpihak kepada paslon 01 pada pelaksaan PSU. (AKHIR/RED)

Peliput: Akhir Matondang

Admin  : Iskandar Hasibuan.

 

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Marak Berita PETI Panabari, Wartawan Media Online di Madina Diintimidasi

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Wartawan yang juga Redaksi Media Online Liputan9.Com, Ismed Harahap, Jumat(14/08) Mendapat Intimidasi dan Amcaman Diduga suruhan Sekretaris Desa Pintu Padang Jae Keamatan Siabu, IJP. ” Ancaman / Intimidasi…

    Read more

    Continue reading
    PDI Perjuangan Perkuat Konsolidasi di Samosir, Hasto Kristiyanto Akan Hadiri Peletakan Batu Pertama Kantor DPC Samosir

    SAMOSIR(Malintangpos Online): Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto bersama Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat dan rombongan dijadwalkan melakukan kunjungan ke Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, hari ini, Sabtu,…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses