Guru MTSN Huraba Kec.Siabu Meninggal ” Setelah Disuntik Vaksin “

Ambulan yang membawa jenasah Guru MTSN dari RSU Panyabungan/ Dita Risky Saputri,SKM.

PANYABUNGAN(Malintangpos Online): ” Innalillahi Wainnalillahi Rojiun,” Guru MTSN Huraba Kec.Siabu Kab.Madina Anna Hayati Siregar, Selasa(8/6) sekitar pukul 12.45 Wib di Ruang Kelas 1 No : 9 RSUD Panyabungan,setelah dirawat sekitar 4 hari akhirnya meninggal dunia.

” Anna Hayati Siregar di menjelang Ramadhan kemaren atau 8 April 2021 di Vaksin oleh pihak Puskesmas Siabu,waktu sebelum di Vaksin sempat Almarhumah nengatakan dia lagi menyusui dan ada sakit Magh,” sebut keluarganya, Selasa(8/6) di RSUD Panyabungan saat mengantar jenasahnya ke Desa Huraba di Kec.Siabu.

Disebutkan keluarganya, bahwa Anna Hayati Siregar setelah mendapat ” Suntikan Vaksin ” sering tidak sehat dan sekali -sekali masih datang ke Sekolah MTSN dan ketika sakitnya kambuh badan sulit digerakkan dan tetap berobat jalan ke dr.Safran.

Puncaknya, sekitar 8 hari yang lalu keluarga merawatnya di rumah keluarga di Kel.Kota Siantar sambil dokter dipanggil ke rumah dan 4 hari lalu dilarikan ke RSU Panyabungan,karena kondisinya semakin tidak stabil.

” Setelah di Vaksin 1 di Puskesmas Siabu Almarhumah sering tidak sehat, apalagi ada sakit Magh dan sedang menyusui bayi 5 atau 6 bulan usianya, selama ini dia jarang sakit,” Ujar keluarga Almarhumah sambil meneteskan airmata.

Sebelumnya pemilik WhatsApp No. 08227423xxxx mengirim informasi ke Redaksi Malintang Pos Group isinya ”  Pasca vaksin menderita penyakit, keluarga serba tak tau mau di laporkan ke dinas kesehatan takut, mau rawat inap di RSUD takut di covid bumingkan ”

Serta ” akhirnya menanggung derita dirumah, guru Syanawiah Huraba perempuan anaknya ada 4 yang paling kecil umur 6 bulan ”

Juga isi WhatsApp ” dokter kala itu memaksin setelah pasca vaksi terjadi timbul penyakit, merekapun takut melaporkannya ”

” yang mana ada penekanan tak divaksin tak keluar gaji bulanan, tempatnya arah menuju rumah M , parmaen mandiang marus guru ”

” Info jelas tolong di komunikasi dengan M, tapi rahasiakan saya  kepada siapapun ”

”  Keadaan ibu guru ini kritis, sampai sampai anaknya mulai menjauh darinya yang masih kecil kecil ”

” Tolang dibantu solusinya, serta langka cepat dan terbaik bagi ibu guru tersebut,  saya tidak memiliki hubungan kerabat, tapi secara kemanusiaan kita turut prihatin ” sebut pemilik WhatsApp tersebut.

Ka.UPT.Puskesmas Siabu dr.Saleh yang dihubungi, mengutarakan bahwa pihaknya menyuntikkan Vaksin Covid sudah sesuai aturan yang dikeluarkan Kemenkes.

” Sudah sesuai aturan, kita tanya apa ada sakitnya, kalau soal Almarhumah menyusui, itu ada aturan boleh di suntik Vaksin,” Ujar dr.Saleh Ka UPT Puskesmas Siabu yang dihubungi Via selular,Selasa(8/6) siang.

Kata dr.Saleh, pihaknya dari Puskesmas sudah menyarankan agar dirawat saja di RSU, tapi mereka berobat jalan ke dr.Syafran.

Sedangkan Kepala MTSN Huraba juga dihubungi Via selular,Selasa(8/6) membenarkan bahwa Almarhumah Anna Hayati di Vaksin 1 di Puskesmas Siabu sebelum Ramadhan tanggalnya saya sudah lupa.

Kata Kasek, Anna Hayati hanya di Vaksin 1, kami sudah di Vaksin 2x, serta setelah di Vaksin dia ( Anna Red) masih sempat beberapa kali datang ke sekolah sesuai keterangan Wakasek MTSN.

Soal gaji..? Tidak ada dari kita MTSN jika tidak di Vaksin tidak dibayar gaji, kita menerima intruksi dari Kabupaten agar di Vaksin, kalau surat intruksi di Vaksin ke sekolah tidak ada suratnya, ujar Kepala Sekolah.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Madina dr.Syarifuddin Nasution yang dihubungi Via HP belum mengangkat, di konfirmasi Via WhatsApp juga belum memberikan jawaban.

Camat Siabu Ali Imsar yang dihubungi, mengatakan dirinya juga sudah di Vaksin, tidak apa -apa, kalau soal Almarhum yang di Vaksin waktu menyusui dan ada sakit Magh kita ngak tau, itu yang tau pihak Kesehatan, kita hanya memberi pasilitas

” Sudah meninggal memang guru tersebut, soal apa disebabkan akibat Vaksin tersebut kita belum tahu, kita tunggu saja laporan dari Kesehatan,” sebut Camat Siabu ( Dita)

 

Admin : Dita Risky Saputri,SKM.

S

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.