Hidupkan Kejayaan Pisang Kepok, Pemkab Madina Gandeng Tim Ahli UMA

PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), terus mematangkan rencana strategis untuk mengembalikan kejayaan komoditas pisang kepok di Bumi Gordang Sambilan.

Langkah serius ini ditandai dengan koordinasi intensif antara Dinas Pertanian Madina dengan jajaran pakar dari Universitas Medan Area (UMA).

Sebagai tindak lanjut pertemuan Bupati Madina Saipullah Nasution dan Wakil Bupati Atika Azmi Utammi sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian Madina, Taufik Zulhadra Ritonga, bersama Asisten Pemerintahan dan Kesra, Drs. Sahnan Pasaribu, melakukan kunjungan kerja ke Kampus UMA pada Senin (13/4/2026).

Dalam pertemuan tersebut, rombongan Pemkab Madina disambut oleh lima profesor lintas disiplin ilmu, yakni Prof. Zulkarnain Lubis, Prof. Suswati, Prof. Retna Astuti, Prof. Dadan Ramdan dan Prof. Siti Mardiana

Taufik Zulhadra menjelaskan bahwa pengembangan pisang kepok kali ini tidak hanya sekadar wacana penanaman biasa, melainkan sebuah program komprehensif yang menyentuh sektor hulu hingga hilir.

“Transformasi ini dirancang melalui pendekatan multi-sektor. Di sisi hulu (Agroteknologi), kita fokus pada standarisasi pola tanam dan teknologi modern. Sementara di sisi hilir (Agribisnis), kita targetkan penciptaan nilai tambah melalui pengolahan hasil panen menjadi produk turunan,” kata Taufik.

Selain sektor produksi, kata dia, rencana ini juga mencakup pengembangan lahan budidaya sebagai destinasi wisata edukasi, yang diharapkan mampu menjadi sumber pendapatan alternatif bagi masyarakat lokal.

Taufik mengaku bahwa hasil rapat teknis di Medan menyepakati sejumlah poin penting yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat yaitu, tim ahli dari UMA akan meninjau langsung lokasi Demplot (Demontration Plot) pengembangan pisang kepok di Sipalangka, Madina.

Dalam waktu dekat, Taufik juga menyebut penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) secara resmi antara Pemkab Madina dan Universitas Medan Area sebagai payung hukum kolaborasi riset dan pendampingan petani akan dilakukan.

Mengingat sejarah Madina yang pernah berjaya sebagai penghasil pisang kepok didukung iklim yang sangat cocok, Taufik optimis integrasi teknik budidaya dan akses pasar yang terarah akan meningkatkan taraf hidup petani secara signifikan.

“Program ini kita harapkan tidak hanya menjadikan pisang sebagai komoditas unggulan daerah, tetapi juga sebagai simbol kebangkitan ekonomi kerakyatan di Mandailing Natal,” pungkasnya(Isk)

Admin : Iskandar Hasibuan.

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Tuntut Kades Mundur, Aksi Warga Desa Sopo Batu Kec.Panyabungan di Kantor Bupati Madina Sempat Ricuh

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Masyarakat Desa Sopo Batu Kec.Panyabungan, menggelar aksi unjuk rasa di kantor Bupati Madina, dengan tuntutan agar Kepala Desa Sopo Batu mundur dari jabatannya. Aksi yang berlangsung pada Senin(11/05)…

    Read more

    Continue reading
    Meriahkan World Press Freedom Day 2026, Insan Pers Jalan Santai Lawan Hoaks

    JAKARTA(Malintangpos Online): Kegiatan fun walk dalam rangka memperingati World Press Freedom Day 2026 di Jakarta, Minggu (10/5/2026) berlangsung meriah . Ratusan insan Pers yang mengikuti jalan santai tersebut mengambil rute…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses