HM. Madina Jakarta : Gunakan Musyawarah Mupakat Untuk Kedamaian

JAKARTA(Makintangpos Online)  : Warga Desa Mompang Julu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara kembali melakukan pemblokiran jalan lintas Sumatera (Jalinsum) ke II pada Kamis (2/7). Buntut warga yang diamankan terkait aksi unjuk rasa berujung kericuhan beberapa hari lalu.

Sekjend HM Madina Jakarta Zein Nasution Via Selular Dari Jakarta, Kamis malam(2/7) mengiginkan kepada FORKOPIMDA Mari kita kedepankan musyawarah mufakat

Zein, memohon untuk semua pihak menahan diri agar menemukan solusi terbaik dalam menyelesaikan gejolak ini, “Salus populi suprema lex esto” kata dia, keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi.

Untuk para stacholder di Mandailing Natal jangan menutup mata hadirlah di tengah Masyarakat, menenangkan jiwa dan raga masyarakat.

Masyarakat jangan panik, jangan mudah terprovokasi kembali, agar desa kembali aman dan bisa melakukan aktivitas seperti biasa serta menjadi normal kembali pungkasnya(Red)

Admin : iskandar

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Direktur : ‎Tidak Ada Pungli. Pegawai RSUD Husni Thamrin Natal Keluhkan Dugaan Pungli Saat Proses Pencairan THR

    NATAL(Malintangpos Online): Sejumlah pegawai Aparatus Sipil Negara (ASN) di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Husni Thamrin Natal mengeluhkan adanya dugaan pungutan Liar (Pungli) yang disebut sebagai “uang administrasi” saat…

    Read more

    Continue reading
    Terkait Kades Jambur Baru, Inspektorat Madina Akan Menindaklanjuti Setiap Laporan Masyarakat

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Inspektur Inspektorat Kabupaten Mandailing Natal, Munawwar, mengutarakan pada prinsipnya akan menindaklanjuti setiap informasi maupun laporan masyarakat terkait dugaan penyimpangan dalam pengelolaan keuangan desa maupun pengelolaan aset daerah. ”…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses