JURNALIS (Media Pendidikan Luar Sekolah)

Penulis

Jurnalistik merupakan kegiatan menyampaikan pesan atau informasi kepada khalayak ramai (massa), melalui saluran (media), baik cetak maupun elektronik.

Kegiatannya berupa penyiapan, pengeditan dan penulisan untuk suratkabar, majalah, atau jenis lainnya baik cetak maupun elektronik.

Secara keilmuan dapat pula disebut sebagai suatu ilmu yang mempelajari tentang bagaimana kerja para wartawan (jurnalis) dalam menghasilkan karya-karya jurnalistiknya.

Sedangkan istilah jurnal (journal; bahasa Perancis) artinya surat kabar atau majalah, para pekerjanya disebut jurnalis atau lazim disebut wartawan.

Jelas perbedaan pers dan jurnalistik meskipun sering sulit dipisahkan, namun membedakan pengertian antara jurnalistik dengan pers bukanlah sesuatu yang sulit.

Jurnalistik adalah bentuk kerja atau hasil kerjanya, sedangkan pers adalah media yang digunakan untuk menyampaikan hasil kerja jurnalistik.

Namun objek kajiannya jurnalistik selingkup dengan kajian pers itu sendiri.
Sebagai bagian dari ilmu, jurnalistik saat ini telah merambah dunia pendidikan bahkan di tingkat peguruan tinggi telah menjadi berbagi kebidangan yang diminati banyak orang.

Hal ini selaras dengan fungsinya yang sangat luas untuk mengisi dunia dengan aktifitas manusia di bumi yakni: fungsi informasi; fungsi hiburan; fungsi kontrol sosial dan juga fungsi pendidik masyarakat.

Merujuk fungsi jurnalistik dalam bidang pendidikan yang merupakan fungsi penting yang disandangnya, maka jurnalistik berkewajiban mendidik masyarakat pembacanya dengan memberikan beragam pengetahuan yang bisa bermanfaat bagi peningkatan nilai kehidupan.

Di masa lalu ketika di wilayah negeri ini masih banyak yang belum melek huruf dan angka, media cetak juga belum terjangkau, radio (gelombang SW) juga masih sangat terbatas, masyarakat sangat mengenal, dekat dan selalu merindukan Pengelana sebagai pembawa berita.

Pengelana menduduki beberapa fungsi jurnalsitik saat itu, termasuk fungsi pendidikan. Pengelana, selain membawa berita, menghibur masyarakat juga menjadi media pendidikan luar sekolah.

Pengelana dengan berbagai fungsi jurnalistik yang dilakoninya telah membawa pengetahuan baru bagi masyarakat.

Dalam proses perjalanannya, sang pengelana bila tinggal sesaat di perkampungan, juga akan mencari informasi yang dapat berguna baginya dalam penyampaian informasi yang lebih banyak ke kampung tujuan lainnya.

Sehingga bergulir menggelindinglah seperti bola salju, semakin lama sang pengelana semakin banyak menyimpan informasi yang siap disajikan.

Pengelana disambut baik oleh masyarakat di kampung-kampung. Bahkan kepadanya diberi fasilitas menginap dan makan yang biasanya di rumah tokoh terkemuka di kampung.

Hal ini bertujuan agar berkenan berlam-lama tinggal sehingga masyarakat mendapat informasi dan pengetuan yang lebih banyak.

Merujuk histori tersebut sangat jelas bahwa pengelana dalam kehidupan hariannya telah berperan sebagai jurnalistik di masanya, yakni menyampaikan pesan atau informasi kepada khalayak ramai, dengan media diri sendiri, dengan tugas jurnalistiknya berupa penyiapan, pengeditan dan penjelasan yang juga di menej sendiri.

Kehadirannya sangat ditunggu masyarakat karena benar-benar dibutuhkan untuk pengembangan pengetahuan masyarakat yang terbatas atas perkembangan pengetahuan dan informasi di masa itu.
Perkembangan zaman kemudian, sang pengelana mulai digantikan radio (gelombang SW) dari jarak dan stasiun yang sangat terbatas dengan fungsi yang lebih berkembang dan lebih menarik karena telah masuk fungsi baru yakni kontrol sosial.

Seiring pendidikan masyarakat mulai mengenal huruf dan angka, media cetak juga mulai merasuki hati pembaca di masyarakat dan terus berkembang. Kemudian teknologi semakin membaik dalam memenuhi fungsi jurnalistik dengan diciptakannya televisi. Radio (Gelombang AM, FM) pada regional juga semakin menguat dengan berbagai sajian kondisi dan kearifan lokal.

Media TV juga semakin gencar bahkan telah memiliki fungsi yang lebih spesifik dengan karakter masing-masing stasiun.
Di kekinian era milenial generasi Z, jurnalistik makin membahana baik cetak terutama media elektronik.

Gerak laju tunbuh kembang internet semakin mempercepat laju jurnalistik dalam fungsinya termasuk pendidikan. Berbagai fitur dan aplikasi yang baik, telah digunakan dengan manfaat besar dalam dunia jurnalistik. Sistem komunikasi media massa yang selama ini cenderung satu arah benar-benar beubah menjadi multi, antara jurnalis dengan pemirsanya, antar jurnalis berbeda media, juga antar pemirsa dalam satu media jurnalis.

Tentu fungsi komunikasi pendidikan ikut semakin baik di dalamnya, sehingga semakin menarik lagi keberadaan jurnalis searah kemajuan zaman.

Masyarakat juga begitu antusias terhadap sajian-sajian karya jurnalistik karena ikut berperan serta mencerahkan dan memberikan tambahan pengetahuan serta wawasan yang luas, pun masyarakat memperoleh pemahaman atau pengertian baru tentang kehidupan yang lebih maju dibanding sebelumnya.

Inilah bagian dari fungsi pendidikan jurnalis, tepatnya mengakar dalam Pendidikan Luar Sekolah.

Keterbatsan masyarakat dalam mengecap pendidikan formal sampai saat ini sangat terbatas. Disinilah keberadaan jurnalis dalam fungsi pendidikan masyarakat dan ternyata mampu terus berbenah meskipun perlahan.

Tentu penting menjadi perhatian lebih bagi jurnalis untuk lebih banyak menyisipkan konten pengetahuan baru yang mampu menguatkan peradaban masyarakat. Sehingga dunia jurnalis tetap berada pada tugas mulianya mendidik untuk memperbaiki peradaban bangsa.

Peran fungsi jurnalis yang sangat kuat dan sangat luas tersebut, diakui telah membantu keterbatasan masyarakat mengikuti pendidikan formal.

Fungsi pendidikan jurnalis terutama sebagai media pendididkan luar sekolah benar-benar mampu membantu keterbatasan masyarakat merangsang perbaikan pengetahuan dan mengasah keterampilan dalam menata hidup yang lebih baik.

Disinilah terlihat bahwa jurnalis ternyata memiliki kekuatan besar dalam mempengaruhi, merubah perilaku dan menggerakkan masyarakat, terutama dalam tindakan-tindakann yang positif dan bermanfaat bagi kehidupannya.

Sebaliknya, jurnalis bisa diselewengkan untuk tindakan yang bersifat destruktif, negatif atau tindakan-tindakan tidak bermanfaat lainnya. Namun keyakinan kita sama, bahwa memahami fungsi jurnalistik yang sesungguhnya tidak akan membuat salah dalam melangkah.

Beranjak dari sejarah panjang fungsi jurnalis dan gerak lajunya serta kebutuhan masyarakat terhadapnya, maka jurnalis harus ada sebagai kebutuhan masyarakat sampai bumi berakhir.

Ini juga dipahami bahwa jurnalis selain berperan sebagai media pendidikan luar sekolah, juga berfungsi menjadi media dalam pembelajaran sepanjang hayat (Long Life Education).

Sebagai Pencinta Pendidikan saya dedikasikan tulisan ini kepada para Jurnalis pada Hari Pers Nasional, 09 Februari 2022 yang telah berjasa banyak sebagai media pada Pendidikan Luar Sekolah(Dr. M. Daud Batubara, MSi)

 

Admin : Dita Risky Saputri,SKM.

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.