Kades se Kec.Puncak Sorik Merapi Harus Diperiksa

Bangunan fisik di salah satu Desa di Kec. Puncak Sorik Merapi tahun 2019.

PEMERINTAH Pusat sejak tahun 2015 yang lalu hingga tahun 2020 ini telah mengucurkan dana APBN melalui program Dana Desa(DD) ke setiap desa, termasuk desa-desa di Kecamatan Puncak Sorik Merapi Kabupaten Mandailing Natal,  dengan jumlah anggaran hampir Rp 1.000.000.000.-/desanya setiap tahunnya.

Sayangnya, anggaran yang sangat besar tersebut, hingga 09 November 2020 terlihat jelas belum begitu bermanfaat bagi peningkatan ekonomi masyarakat sesuai dengan harapan Presiden RI Ir. Joko Widodo yang membangun mulai dari desa, baik fisik maupun ekonominya.

Kenapa begitu..? Jawabnya terpulang kepada masyarakat desa dimana dia tinggal, karena sekalipun masyarakat telah melaporkan kelalaian Kades dalam pelaksanaannya, tetap pihak Inspektorat sepertinya ikut terlibat menggerogoti dana desa yang telah membuat warga disetiap desa kurang harmonis dibuat ketertutupan Kades kepada warganya.

Tentu, untuk mengetahui benar atau tidaknya Dana Desa di kelola Kades, tentu wajar Bupati Mandailing Natal, memanggil Kades untuk diperiksa oleh Inspektorat, Kejaksaan ataupun polisi agar tidak menimbulkan fitnah bagi Kades maupun aparat desa kita.

Ayo kita lihat langsung setiap desa, periksa kades, minta Kades jujur bagaimana dia (Kades Red) mengelola DD di desanya, jika ada indikasi korupsi serahkan ke Kejaksaan supaya Kades yang memang dilaporkan warganya bisa bertanggung jawab, jika terbukti masukkan ke penjara, sebagai efek jera agar tidak ada lagi indikasi korupsi disetiap desa (Bersambung Terus)

 

Admin : Iskandar hasibuan.

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Gedung SDN 029 Lumban Dolok Kec.Siabu Kupak -Kapik Dibiarkan Bupati Mandailing Natal

    LUMBAN DOLOK(Malintangpos Online): Memprihatinkan Kondisi Gedung SD Negeri 029 Lumban Dolok Kecamatan Siabu, yang kupak – kapik dibiarkan oleh Bupati dan DPRD Mandailing Natal. ” Pengakuan Orangtua siswa, Permohonan untuk…

    Read more

    Continue reading
    Direktur : ‎Tidak Ada Pungli. Pegawai RSUD Husni Thamrin Natal Keluhkan Dugaan Pungli Saat Proses Pencairan THR

    NATAL(Malintangpos Online): Sejumlah pegawai Aparatus Sipil Negara (ASN) di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Husni Thamrin Natal mengeluhkan adanya dugaan pungutan Liar (Pungli) yang disebut sebagai “uang administrasi” saat…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses